Berita

Andy Murray/Net

Olahraga

Murray Dipaksa Peras Keringat

Lolos Babak Kedua China Terbuka
KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Andy Murray menyusul Rafael Nadal lolos babak kedua turna­men tenis China Terbuka 2016. Mereka memperoleh kemenan­gan dengan cara yang berbeda.

Untuk bisa lolos ke babak kedua, Murray dipaksa bekerja keras meladeni perlawanan ketat dari Andres Seppi meski akhirnya menang dengan skor 6-2, 7-5.

Usai laga, Murray mengaku meski kelelahan, dia masih bisa bermain dengan baik setelah absen latihan beberapa pekan. "Saya pikir, saya bisa melaku­kannya dengan baik," katanya dikutip Reuters.


Berbeda dengan dengan Nadal. Meski kerap didera cedera, petenis Spanyol itu sukses menyudahi perlawanan petenis Italia, Paolo Lorenzi dengan mudah 6-1, 6-1.

Juara pada 2005 itu berpeluang bertemu dengan rekan senegara, Albert Ramos-Vinolas. Syaratnya Vinolas harus bisa mengalahkan Adrian Mannarino.

Sementara itu Maria Sharapova sedang bahagia karena bisa kembali pada April men­datang menyusul pengurangan hukuman yang dijalaninya.

Pengadilan Arbitrase Olahraga mengabulkan tuntutannya. Hukuman selama dua tahun akhirnya bisa dipangkas men­jadi sembilan bulan atas kasus menggunakan doping jenis meldonium.

Dengan pengurangan itu Masha dipastikan bisa kembali berlaga pada 26 April 2017 dan akan bermain pada tiga dari em­pat Grand Slam tahun depan.

Masha mengaku mendapat pelajaran berharga atas kasus ini. "Saya merasa sesuatu yang saya cintai telah direbut, dan akan benar-benar menyenang­kan bisa kembali," katanya di halaman facebooknya.

Tak hanya Marsha. Salah satu penyokongnya, Porsce turut senang dengan putusan tersebut dan siap melanjutkan kontraknya. "Kami menyam­but baik putusan CAS dan kami bangga dengan Maria," bunyi pernyataan Porsce dikutip TASS. ***

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya