Hanya enam calon ketua umum PSSI yang mengikuti debat yang digelar oleh PSSI Pers di SCTV Tower, Selasa (4/10). Enam calon yang datang yakni Djohar Arifin, Edy Rumpoko, Jenderal (purn) Moeldoko, Tony Apriliani, Sarman El Hakim dan Kurniawan Dwi Yulianto.
Ketua panitia debat calon ketum PSSI, Rais Adnan mengatakan, ada tiga calon yang tidak dapat hadir. Bernhard Limbong dan Erwin Aksa tidak bisa hadir karena sedang pergi ke luar negeri.
"Sementara Letnan Jenderal Edy Rahmayadi juga tidak bisa hadir karena sedang ada jadwal kampanye menjadi Ketua Umum PSSI. Suratnya sudah saya terima dari tim suksesnya," kata Rais.
Acara debat dipandu oleh Rendra Sujono. Panitia juga mendatangkan tiga panelis, yakni Sumohadi Marsis, Anton Sanjoyo dan Fritz Simanjuntak.
Dalam debat tersebut masing-masing menyampaikan visi misinya dan program andalannya. Moeldoko misalnya menyoroti kompetisi yang selama ini masih kurang menyentuh masyarakat.
"Jika terpilih, saya ingin membangun kompetisi secara terstruktur," kata Moeldoko yang seusai purnatugas sebagai Panglima TNI ingin berkontribusi terhadap negara melalui olahraga.
Debat caketum PSSI ini kali pertama diselenggarakan dalam sejarahnya. Debat terbuka ini diharapkan bisa membuka wawasan masyarakat terhadap caketum PSSI pada empat tahun mendatang.
"Saya tidak ingin sepakbola hanya terpusat di Jawa saja. Saya ingin memaksimalkan potensi dari kawasan timur yang selama ini belum tersentuh," Eddy Rumpoko.
Sedangkan Kurniawan Dwi Julianto lebih meniti beratkan pada pembinaan usia muda. Mantan pemain timnas Indonesia itu menilai saat ini pembinaan masih lemah.
"Ini yang kita abaikan selama ini. Padahal, dengan meningkatkan kualitas di level muda bisa membuat sepak bola lebih cerah ke depannya," Kurniawan, mengungkapkan.
Pernyataan dari pria 40 tahun ini beralasan. Itu karena Kurniawan merasakan langsung bagaimana perkembangan sepak bola nasional sejak 1990-an. Menurut Kurniawan, pembinaan usia muda jadi bagian dari visinya untuk membangkitkan sepak bola Indonesia. Selain itu, eks primavera Sampdoria ini juga akan melibatkan sesama eks pemain dalam federasi.
"Untuk organisasi, saya menginginkan yang terbaik," tutur Kurniawan, diplomatis. "Saya ingin menarik beberapa mantan pemain untuk duduk di federasi bersama (pengurus) profesional. Bagaimanapun, mantan pemain punya pengalaman yang bisa dimaksimalkan," pungkasnya
.[wid]