Berita

Foto: Net

Olahraga

Debat Caketum PSSI, Bernhard Dan Limbong Absen Lagi Di LN

SELASA, 04 OKTOBER 2016 | 18:04 WIB | LAPORAN:

Hanya  enam calon ketua umum PSSI yang mengikuti debat yang digelar oleh PSSI Pers di SCTV Tower, Selasa (4/10). Enam calon yang datang yakni Djohar Arifin, Edy Rumpoko, Jenderal (purn) Moeldoko, Tony Apriliani, Sarman El Hakim dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Ketua panitia debat calon ketum PSSI, Rais Adnan mengatakan, ada tiga calon yang tidak dapat hadir. Bernhard Limbong dan Erwin Aksa tidak bisa hadir karena sedang pergi ke luar negeri.

"Sementara Letnan Jenderal Edy Rahmayadi juga tidak bisa hadir karena sedang ada jadwal kampanye menjadi Ketua Umum PSSI. Suratnya sudah saya terima dari tim suksesnya," kata Rais.


Acara debat dipandu oleh Rendra Sujono. Panitia juga mendatangkan tiga panelis, yakni Sumohadi Marsis, Anton Sanjoyo dan Fritz Simanjuntak.  

Dalam debat tersebut masing-masing menyampaikan visi misinya dan program andalannya. Moeldoko misalnya  menyoroti kompetisi yang selama ini masih kurang menyentuh masyarakat.   

"Jika terpilih, saya ingin membangun kompetisi secara terstruktur," kata Moeldoko yang seusai purnatugas sebagai Panglima TNI ingin berkontribusi terhadap negara melalui olahraga.   

Debat caketum PSSI ini kali pertama diselenggarakan dalam sejarahnya. Debat terbuka ini diharapkan bisa membuka wawasan masyarakat terhadap caketum PSSI pada empat tahun mendatang.   

"Saya tidak ingin sepakbola hanya terpusat di Jawa saja. Saya ingin memaksimalkan potensi dari kawasan timur yang selama ini belum tersentuh," Eddy Rumpoko.

Sedangkan Kurniawan Dwi Julianto lebih meniti beratkan pada pembinaan usia muda. Mantan pemain timnas Indonesia itu menilai saat ini pembinaan masih lemah.  

"Ini yang kita abaikan selama ini. Padahal, dengan meningkatkan kualitas di level muda bisa membuat sepak bola lebih cerah ke depannya," Kurniawan, mengungkapkan.   

Pernyataan dari pria 40 tahun ini beralasan. Itu karena Kurniawan merasakan langsung bagaimana perkembangan sepak bola nasional sejak 1990-an. Menurut Kurniawan, pembinaan usia muda jadi bagian dari visinya untuk membangkitkan sepak bola Indonesia. Selain itu, eks primavera Sampdoria ini juga akan melibatkan sesama eks pemain dalam federasi.  

"Untuk organisasi, saya menginginkan yang terbaik," tutur Kurniawan, diplomatis. "Saya ingin menarik beberapa mantan pemain untuk duduk di federasi bersama (pengurus) profesional. Bagaimanapun, mantan pemain punya pengalaman yang bisa dimaksimalkan," pungkasnya.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya