Berita

Foto: Net

Politik

Komisi VII: UU Migas Lumpuh Kok Dibiarin

SENIN, 26 SEPTEMBER 2016 | 18:10 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo harus segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Hal ini ditegaskan anggota Komisi VII DPR, Inas Nasrullah Zubir dalam diskusi bertema 'Migas Dari Hulu ke Hilir dan Kaitannya Dengan Revisi RUU Migas' di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9).

Menurutnya, UU Migas sudah dalam keadaan lumpuh, terlebih beberapa pasalnya sudah diuji materi oleh Mahkamah Konstitusi.


"Sekarang kan pemerintah sudah berjalan dua tahun pincangnya undang-undang ini mau sampai kapan? Pincang kok dibiarin," ketusnya.

"Kalau tidak ada kaki tangan gimana mau kerja," lanjut dia.

Diketahui saat ini Komisi VII DPR RI tengah menggodok revisi UU tersebut. Inas pesimis penyelesaian revisi UU Migas akan berlangsung cepat.

"Ini kan sudah dalam keadaan mendesak. Proses di DPR tidak akan selesai di akhir tahun ini. Awal tahun ini baru akan selesai draft dari komisi VII, saya kira masih panjang," jelasnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Hanura ini mengingatkan, akibat pincangnya UU ini,  kalangan pelaku usaha di sektor migas mengalami banyak kerugian. [wid]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Kontrak Rp25 Triliun PAM Jaya–Moya Disorot, Air Bersih Warga Miskin Masih Mandek

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:56

Purbaya Restui DJP Tambah Jabatan Baru hingga Akhir 2026

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:41

Protes Dedi Mulyadi, 10 Ribu Buruh Jabar akan Datangi Istana

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Kritik di Tembok Kekuasaan

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Dana Haji Khusus Tertahan, DPR Warning Jangan Merugikan Jamaah

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:07

KPK Bidik Riza Chalid di Kasus Suap Katalis

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:59

Sidang Ijazah Jokowi Ditunda Lagi, Bukti Penggugat Belum Valid

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:53

Presiden Minta Media Keluar Ruangan, Lanjutan Taklimat Digelar Tertutup

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:27

Mahasiswa Indonesia Bentangkan Spanduk "Save Venezuela"

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:26

Lurah Batu Ampar Kecewa Lahan Dispora Diserobot Pengembang

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:20

Selengkapnya