Berita

Budi Gunawan/Net

Pertahanan

Budi Gunawan Bisa Jadi Mata dan Telinga Presiden

SABTU, 03 SEPTEMBER 2016 | 16:51 WIB | LAPORAN:

Keputusan Presiden Joko Widodo yang menunjuk Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai pengganti Sutiyoso sudah tepat.

Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari) 98, Willy Prakarsa merasa bahwa Komjen Budi Gunawan juga layak menduduki posisi tersebut.

"Budi Gunawan itu memiliki kompetensi yang mumpuni untuk menggeluti bidang intelijen. Apalagi, pentingnya Kepala BIN sebagai mata dan telinga dari Presiden sehingga mampu memberikan analisis dari produk intelijen kepada Presiden sebagai end user dari BIN," kata dia kepada redaksi, Sabtu (3/9).


"Alhamdulillah usulan Jari 98 yang dari awal berjuang agar BG menjadi Kepala BIN akhirnya diamini Presiden Jokowi."

Willy menjelaskan, Komjen BG adalah figur yang cerdas, berani, dan konservatif dalam mengambil tindakan. BG juga memiliki pengalaman bidang intelijen keamanan.

"BG pernah menjabat Kapolda Jambi dan Kapolda Bali yang membawahi Direktorat Intel dan Propam Polda. Ditambah pernah menjabat sebagai Kadiv Propam Polri Polri yang bertugas untuk melakukan pengamanan dan intelijen di Mabes Polri," sambungnya.

Willy menambahkan, Kepolisian RI dibawah Jenderal Tito Karnavian pun akan berjalan maksimal dalam proses regenerasi. Tito juga diyakini akan mampu mereformasi Polri menjadi institusi yang profesional.

"Kebijakan Tito yang fokus pada reformasi internal Polri akan membuat konsep yang jelas dan spesifik dan menjadi harapan yang baik untuk perbaikan Polri kedepan," tandasnya. [sam]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya