Berita

Khofifah Indar Parawansa/Net

Politik

Dalam Dua Tahun, Pengelola E-Warong Bisa Jadi Keluarga Mandiri

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2016 | 07:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, setiap 1.000 penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah akan dilayani 1 elektronik warung gotong royong (e-warong).

"Hingga Desember 2016, kami tergetkan sudah ada 300 e-warong dan 2017 menjadi 3000 di seluruh Indonesia," kata Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 1/9).

Setiap e-warung, kata Mensos, merupakan agen dari bank yang menjadi mitra. Sebelumnya mereka akan diberikan pelatihan SDM melalui bimbingan teknis (bimtek) untuk mengelola e-warung tersebut.


"Pengelola e-warong adalah mereka penerima bantuan sosial PKH melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam bentuk legal pendirian koperasi," ucapnya.

Untuk di Pulau Jawa sebagian besar e-warong menjadi mitra BNI,  di Sumatera BRI, serta sebagian wilayah di Pulau Jawa dan Bali oleh BTN. Tentu saja, bagi daerah yang sudah mendapatkan layanan dan akses internet.

"Daerah yang sudah mendapatkan layanan dan akses internet bisa mendapatkan e-warung. Sedangkan bagi daerah yang belum, tetap akan diberikan dalam bentuk tunai," kata Khofifah.

Setiap e-warung merangkap sebagai agen dari bank mitra. Pengelola bisa mendapatkan income tambahan dari kegiatan usaha maupun kemitraan dengan Perum Bulog yang mensuplai empat produk pangan yang dijual.

Pengelola e-warong bisa mendapatkan income tambahan dari kegiatan usaha dan kemitraan, misalnya, beras dan gula dari Bulog dalam karungan lalu dikemas menjadi bentuk kecil-kecil dan di situ ada tambahan, ” tandasnya.

Kementerian Sosial (Kemensos) menghitung dalam dua tahun warga penerima manfaat PKH yang menjadi pengelola e-warong sudah bisa menjadi keluarga mandiri.

"Melalui kehadiran e-warong tersebut, akan terjadi percepatan dari keluarga-keluarga penerima PKH yang menjadi pengelola segera bisa mandiri," harapnya. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Zulhas Prediksi 15 Tahun Lagi Terjadi Perang Pangan

Jumat, 06 Maret 2026 | 22:17

Outlook Utang Dipangkas, Menkeu Purbaya Ngaku Salah

Jumat, 06 Maret 2026 | 22:08

Ketum Golkar Tak Mau Dengar Kabar Tersangka Fadia Arafiq

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:53

Indonesia Lebih Baik Ikut Menentukan Perdamaian, Zulhas: Ketimbang Nggak Bisa Apa-apa

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:42

Resmi! Anak di Bawah Umur 16 Tahun Dilarang Main Medsos dan Roblox

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:37

Soal Nasib Selat Hormuz, Iran: Silakan Tanya Amerika Serikat

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:26

Purbaya Heran Fitch Pangkas Outlook Utang RI Saat Negara Lain Defisit Lebih Tinggi

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:05

Menko Airlangga Putar Otak Antisipasi Konflik Timteng

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:05

Bahlil: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kursi Bertambah

Jumat, 06 Maret 2026 | 20:37

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Capai 5,5 Persen

Jumat, 06 Maret 2026 | 20:17

Selengkapnya