Berita

Wiranto/Net

Pertahanan

Wiranto: Pelaku Bom Gereja Medan Sering Nongkrong Di Warnet

SENIN, 29 AGUSTUS 2016 | 13:43 WIB | LAPORAN:

. Menko Polhukam Wiranto mengatakan pelaku peledakan yang diduga bom dalam percobaan pembunuhan di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara, sering bermain internet di warung internet (warnet) milik kakaknya.

Menurut Wiranto, saat petugas menggeledah tempat AH alias Ivan Ahmadi (17) ditemukan bahan rakitan untuk bom seperti black powder atau bubuk hitam mesiu, baterai dan solder.

"Ivan itu empat bersaudara dan kakaknya punya warnet, dia sangat getol main internet. Dari hasil penggeledahan di kosannya, memang ada rakitan atau bahan rakitan untuk bom. Tapi yang didapat dari internet, ada kawat tembaga, ada black powder, baterai, lampu pijar, solder, dan sebagainya," kata Wiranto kepada wartawan di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Senin (29/8).


Bahan-bahan yang ditemukan itukah kata Wiranto yang diduga dijadikan Ivan untuk merakit bom.

Menurut mantan Panglima ABRI itu, saat masuk gereja, Ivan membawa enam batang bom ciptaan sendiri. Isinya ada semen dan black powder atau bubuk mesiu, serta korek api.

"Makanya ledakannya pun seperti mercon. Aksi ini malah mengenai dirinya sendiri dan dia berhasil ditangkap oleh petugas. Waktu dia menuju pastur Albert untuk dianiaya atau dibunuh menggunakan kapak dapat diamankan oleh jemaah lain dan diamankan aparat," beber Wiranto.

Insiden peledakan yang diduga bom dan percobaan pembunuhan di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep terjadi Minggu (28/8) kemarin sekitar pukul 08.20 WIB. Peristiwa terjadi saat Pastor Albert Pandiagan, OFM Cap (60) usai membaca kitab suci. Ledakan itu diduga bom berkekuatan rendah. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya