Berita

Repro

Politik

Ini Cerita di Balik Topi Adat Batak yang Dipakai Jokowi

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016 | 14:42 WIB

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara, Elisa Marbun akhirnya memberikan penjelasan mengenai polemik seputar pakaian yang dikenakan oleh presiden Jokowi saat perayaan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba.

Menurutnya, topi (tali-tali) yang disematkan kepada Presiden Jokowi merupakan hasil konsultasi yang mereka lakukan kepada 3 orang penenun Ulos di Tanah Batak Toba yakni penenun dari Silindung, Toba dan Samosir. Ketiga penenun tersebut menurutnya merupakan penenun yang sudah sangat dikenal di kawasan daerah tersebut.

"Bahkan ketiganya sudah sering membuat tenunan serupa (seperti yang dikenakan oleh Presiden Jokowi) kepada pejabat lain untuk dikenakan saat acara budaya maupun karnaval," katanya dalam surat edaran yang memiliki kop surat resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara tersebut yang beredar di kalangan jurnalis, Kamis (25/8).


Dari konsultasi tersebut menurut Elisa, ketiga penenun konsultan mereka memastikan tali-tali yang dikenakan oleh presiden Jokowi tersebut merupakan pakaian yang diperuntukkan bagi acara karnaval dan bukan untuk acara adat. Untuk itu ia meminta agar seluruh pihak termasuk tokoh-tokoh masyarakat dan adat Batak dapat memahami pemakaian tali-tali oleh presiden Jokowi dalam karnaval tersebut.

"Harus dimengerti pada acara karnaval tersebut tidak ada acara adat Maha Rajaon (merajakan) seseorang. Kalaupaun ada suatu modifikasi, itu bisa-bisa saja karena ini adalah acara karnaval yang kadang bisa dimodifikasi tanpa menghilangkan makna arti ulos dalam hal pemakaian tali-tali di kepala seorang pejabat tinggi negara," ujarnya seperti dikutip dari MedanBagus.Com.

Elisa menambahkan, khusus mengenai tali-tali yang dipakai oleh Presiden Jokowi tersebut merupakan Ulos Tuntuman yang biasa dipakai sebagai penutup kepala pria yang sudah menikah. Untaian "rambu" yang menjuntai merupakan ujung dari ulos yang ditenun dan dibiarkan menjuntai sebagai lambang banyakya rakyat Indonesia khususnya masyarakat Batak yang dipimpin oleh Jokowi.

"Dan ujungnya tidak dipilin karena merupakan hasil tenunan," jelasnya.

Elisa justru menghimbau agar masyarakat lebih melihat arti penting di balik perayaan karnaval tersebut dimana kehadiran Jokowi merupakan bukti dari kepeduliannya terhadap perkembangan pariwisata di Sumatera Utara khususnya di Danau Toba.

"Kita harusnya bangga dengan keseriusan presiden dalam memajukan Sumatera Utara apalagi beliau juga meminta agar event seperti ini menjadi event tahunan," demikian Elisa Marbun. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya