Berita

Budi Gunawan/Net

Pertahanan

Budi Gunawan Mampu Kembangkan Fungsi dan Peran BIN

SELASA, 23 AGUSTUS 2016 | 01:40 WIB | LAPORAN:

Dukungan terhadap Wakapolri Komjen Budi Gunawan untuk menggantikan Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelejen Negara (KaBIN) terus menguat belakangan.

Direktur Indonesia Visioner, Azhar Kahfi mengatakan, hal tersebut wajar saja terjadi lantaran Budi Gunawan dianggap mampu mengembangkan fungsi dan peran BIN ke depan.

Secara pribadi, Azhar juga merasa demikian. Dia meyakini bahwa BG dapat mengembangkan strategi pembangunan dan informasi.
 

 
"BG memiliki kemampuan komunikasi yang mampu menghilangkan dikotomi sektoral dalam pelaksanaan peran fungsi strategi intelijen kelak," kata dia kepada redaksi, Senin malam (22/8).

Ketua Bidang PB HMI periode 2013-2015 ini menjelaskan, dengan pengalamannya di Polri, Budi Gunawan juga dirasa mempu mampu menangani spektrum-spektrum yang sempat terkendala di BIN.

"Konstruksi lembaga intelijen di era orde baru memang tidak membentuk divisi-divisi intelejen di tingkat kementerian, melainkan membentuk divisi pengamanan yang secara teoritik lingkupnya adalah counter intelligence. Hal itu membuat peran dan fungsi BIN masih cenderung negatif responnya dalam strategi pembangunan.

Karenanya, dia sangat yakin BG bisa merubah konstruksi tersebut untuk membuat BIN lebih baik lagi nantinya.

"Dari pemahaman sederhana tersebut, generasi millenneal ini dapat mengukur kinerja intelijen, apakah mampu mencegah ancaman atau justru tambah gaduh?  Dalam dinamika antar kepentingan nasional, atau dinamika multi-nasional," demikian Azhar. [sam]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya