Berita

Ilustrasi/Net

Politik

PKS: Keluarga Harus Kokoh Bila Mau Negara Maju

SENIN, 22 AGUSTUS 2016 | 08:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Keluarga yang kokoh menjadi syarat sebuah kemajuan negara. Dengan kata lai, untuk meraih sebuah kemajuan, salah satu syaratnya adalah keluarga yang kokoh.

"Rapuhnya ketahanan keluarga akan mendorong rapuhnya Ketahanan Nasional," kata Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Jakarta Selatan, Asmara Dewi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 22/8).

Hal ini disampaikan Dewi terkait dengan pembekalan konselor tingkat lanjut kader PKS di Yogyakarta. Kegiatan yang dipelopori oleh Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dan Bidang Peremuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS Yogyakarta ini dihadiri 150-an perwakilan dari seluruh Indonesia.


RKI Jaksel sendiri mengirmkan 40-an kadernya untuk  memenuhi pembekalan konselor tingkat lanjut tersebut. Yang dikirimkan adalah kader - kader pasangan suami istri yang selama ini telah mengikuti 6 kali pertemuan rutin pelatihan konselor tingkat DPD PKS Jaksel.  

Kader-kader PKS Jaksel akan menjadi konsultan keluarga bagi masyarakat yang membutuhkan, Bidang Perempuan dan Ketahanan Kader PKS Jaksel telah membentuk RKI di seluruh kecamatan di Jaksel. Lewat wadah inilah kader PKS menjadi konsuler bagi masyarakat.

"RKI menjadi lembaga terdepan bagi kader dan masyarakat dalam hal pembentukan keluarga yang lebih sakinah dan berkualitas," kata Asmara Dewi. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya