Berita

Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Megawati: Gerakan Pramuka Tanamkan Jiwa Nasionalis Sejak Dini

SABTU, 20 AGUSTUS 2016 | 23:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri berkomitmen  terus memberikan dukungan untuk Gerakan Pramuka agar ke depan lebih kuat dan menjadi jiwa bagi para generasi muda.

Sebab, melalui Gerakan Pramuka para anak-anak bangsa dididik dan diajarkan untuk punya jiwa nasionalisme dan patriotik yang tinggi. Selain itu, Gerakan Pramuka juga mengajarkan agar memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup.

"Pramuka di Indonesia itu berbeda dengan kepanduan yang ada di berbagai negara. Karena di kita adalah Praja Muda Karana. Maksudnya, kalian adalah tunas-tunas bangsa. Makanya, simbol dari Pramuka adalah tunas kelapa. Kenapa bukan tunas tumbuhan lain, karena negara kita dalah kepulauan terbesar dunia, dan yang menjaga sepanjang pantainya adalah pohon kelapa. Itulah kalian, tunas bangsa yang siap membela bangsa dan negara Indonesia tercinta," kata Megawati.


Megawati mengatakan itu dalam sambutan acara penganugerahan Lencana Tunas Kencana dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka kepada Megawati, dalam rangkaian acara penutupan kegiatan Jambore Nasional (Jamnas), di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur Jakarta Timur, Sabtu (20/8) malam.

Penyematan Lencana Tunas Kencana tersebut sesuai dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No 175 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka dan diserahkan langsung oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault.

Penghargaan ini  bukan untuk saya tapi untuk bangsa Indonesia. Karena pada awal pemerintahan saya saat itu masa transisi menuju alam reformasi. Saat itu ada usulan tentang perubahan nama pramuka. Waktu itu tanpa berpikir saya memutuskan bahwa pramuka Indonesia itu beda dengan beda dengan gerakan kepaduan di berbagai negara,” kata Megawati.

Turut hadir mendampingi Megawati yakni Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Ketua Komisi X DPR yang juga Ketua Fraksi PDIP Utut Adiyanto, dan anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Herman Heri. [ysa]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya