Berita

Retno Marsudi/Net

Pertahanan

Menlu Retno: WNI yang Disandera Berada di Sulu Filipina

JUMAT, 19 AGUSTUS 2016 | 20:13 WIB | LAPORAN:

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi memperkirakan lokasi para warga Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf berada di Kepulauan Sulu, Filipina.

Namun demikian, Retno mengaku tak bisa mengetahui lokasi pasti para penyandera dan sandera. Sebab, mereka secara berkala bergerilya untuk menghindari angkatan bersenjata Filipina.

"Lokasi kita tidak bisa mengatakan lokasi ada di mana karena dari waktu ke waktu lokasi berpindah-pindah, tetapi lokasi paling tidak dari info mereka berada di Pulau Sulu," ujar Retno di kantornya, kawasan Jakarta Pusat, Jumat (19/8).


Dia menjelaskan, pemerintah Indonesia sendiri telah berupaya maksimal menyelamatkan para sandera. Melalui crisis center yang terpusat di Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (kemenkopolhukam) pihaknya bersama jajaran lain berupaya keras melakukan pembebasan.

"Membutuhkan konsentrasi yang tinggi. lokus ada di negara orang lain dan situasi lapangan dinamis," kata Retno.

Dia menambahkan, saat ini pemerintah akan fokus mengembalikan satu sandera WNI ABK TB Charles a.n. Muhamad Sofyan yang berhasil membebaskan diri dari kelompok bersenjata, Menlu mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi mempersiapkan kepulangannya ke tanah air.

"Sejak kemarin sandera yang berhasil bebas sudah berada di Zambuanga dan dalam keadaan sehat. Dubes sudah bertemu dengan mereka dan kondisinya sehat. Proses pemulangan sedang dipersiapkan," demikian Retno. [sam]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya