Berita

Adhyaksa Dault- Hasto Kristiyanto

Politik

Kwarnas Pramuka Beri Megawati Penghargaan Tunas Kencana

JUMAT, 19 AGUSTUS 2016 | 13:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka memberikan penghargaan Tunas Kencana kepada Prasiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Lencana tertinggi di Gerakan Pramuka itu diberikan kepada Megawati atas jasa-jasanya merevitalisasi Gerakan Pramuka yang sempat dianggap jadul menjadi gerakan yang punya roh nasionalisme tinggi sehingga kemudian diwadahi UU 12/2010 tentang Gerakan Pramuka.

"Ketika orang sudah mau meninggalkan Pramuka karena dianggap Pramuka jadul, Pramuka tidak sesuai lagi dengan zamannya, ada pemimpin, Presiden yang mendorong untuk terus Gerakan Pramuka dikembangkan, peralihan itu di era beliau. Dibentuk Pokja antar instansi sehingga marwah Pramuka muncul lagi. Terus terang Pramuka tidak bisa kuat kalau tidak didukung pemerintah," kata Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault, saat konferensi pers Panitia Jambore Nasional X, di Cibubur, Jakarta Timur (Jumat, 19/8).

Konferensi pers penghargaan lencana Tunas Kencana dihadiri Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Ketua Fraksi PDIP Utut Adiyanto, dan Anggota Komisi IV dari Fraksi PDIP, Sudin.


"Kami setelah menerima input dari kwadra-kwarda (Kwartir Daerah) semua 34 kwarda. Yang pernah diberikan lencana tertinggi Tunas Kencana, tidak diberikan ke sembarang orang. Dulu Presiden Soeharto, sekarang kami berikan kepada Ibu Mega," ujarnya.

Adyaksa memaparkan, jasa Megawati dalam merevitalisasi Gerakan Pramuka dilihat dari sepanjang sejarah yakni sejak remaja, kemudian saat menjadi Presiden, dan juga setelah tak lagi menjabat Presiden. Saat menjadi Presiden, Megawati tidak pernah absen hadir upacara Hari Kelahiran Pancasila yakni pada tahun 2001,2002,2003, dan 2004. Bahkan, saat itu Megawati menginstruksikan langsung pada fraksi di DPR mengawal UU Gerakan Pramuka sebagai landasan Pramuka sekarang ini, yakni UU No 12/2010.

"Beliau juga ketika menjadi Presiden, membentuk MoU antar kementerian, untuk mensukseskan Gerakan Pramuka, yang menjadi cikal bakal proses revitalisasi pramuka. Itu dilakukan di zaman Ibu Megawati," ujarnya.
Melihat jasa-jasa itu, dalam rapat kwarda-kwarda memutuskan tahun ini penghargaan tertinggi diberikan kepada Megawati Soekarnoputri.

"Karena cikal bakal dari revitalisasi ada ketika beliau menjadi Presiden, walaupun singkat masa kepemimpinan beliau, tapi banyak yang dilakukan untuk Pramuka. Begitu ada UU kepramukaan, partai-partai melebur kembali masuk ke pramuka, ormas-ormas seperti NU, kami lagi mengajak Muhammadiyah bergabung ke Pramuka," jelasnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yangdatang ditugaskan langsung oleh Megawati dalam kapasitas sebagai Presiden Indonesia ke-5 mengatakan, dalam keseluruhan kesejarahan Megawati memang menaruh perhatian kepada Pramuka. Sejak kecil, Mega diminta Bung Karno untuk bergabung dalam panduan saat itu, sebagai upaya untuk membangun rasa cinta patriotisme, cinta tanah air.

"Bagi kami Gerakan Pramuka, mengapa kami berikan perhatian yang sangat besar dalam penyusunan UU tersebut, bahkan gerakan Pramuka, satu huruf pun tidak boleh dihilangkan, karena dari sinilah kita bersama mengakui, sebagai sebuah medium yang baik dalam membangun rasa solidaritas dan juga akhlak yang mulia. Rasa cinta tanah air dan mewujudkan kegembiraan hidup dalam mengembleng diri mereka sendiri menjadi pemimpin bangsa dan negara," kata Hasto.

Hasto sendiri mengaku punya pengalaman ikut jambore pada tahun 81, dan menjadi bagian dari bukti otentik bahwa Pramuka mempersiapkan mulai dari SD, SMP, SMI, membangun rasa bangga sebagai warga negara Indonesia.

"Kita punya buku saku pramuka, dalam sistem pendidikan, disitu kan ditulis sebagai catatan yang siap diuji melalui kecakapan khusus. Ini tidak hanya memberikan wawasan praktek kepemimpinan solidaritas tapi juga catatan penting dan relevan. Kemudian ruang kreatifitas, saya sendiri tidak bisa membayangkan apa jadnya tanpa proses yang saya ikuti, karena itulah betul-betul menunjukan komitmen," bebernya.

Karena itulah, apa yang diberikan oleh Gerakan Pramuka kepada Megawati dengan alasan-alasan atas jasanya merevitalisasi Gerakan Pramuka, tentu ini menjadi momentum dan didedikasikan untuk gerakan kepramukaan tersebut.
"Bagaimanapun juga kami memiliki kepala daerah, anggota legislatif, dan menjadikan wahana untuk menggembleng anak-anak muda, generasi muda sehingga melalui Pramuka bisa siapkan diri," jelasnya.

Terkait dengan upaya memperkuat Gerakan Pramuka ke depannya, Hasto menjelaskan, bahwa dirinya sudah berdiskusi dengan Megawati bagaimana regulasi yang ada saat ini. Ke depan, perlu diformulasikan dan diperkuat dalam regulasi agar Gerakan Pramuka punya rumah yang tepat sesuai karakter Gerakan Pramuka tersebut, apakah lebih tepatnya jika dibawah Kemendikbud.[ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya