Berita

Rachmawati Soekanoputri/Net

Politik

Rachma: Warga Yang Punya Dua Kewarganegaraan Itu Berbahaya!

KAMIS, 18 AGUSTUS 2016 | 13:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kasus Arcandra Tahar membuat mata seluruh bangsa Indonesia menjadi melek bahwa kewarganegaraan Indonesia haras jelas dan tidak boleh abu-abu.

Demikian disampaikan tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri. Setiap warga, tegas Rachma, harus memilih kewarganegaraan secara jelas apakah karena kelahiran campuran atau karena naturalisasi. Dan yang diaspora harus jelas kemana ia memilih berbakti untuk negara dan bangsa.

"Jadi nasionalismenya tidak abu-abu, kaki kiri WNI tapi kanan WNA. Warganegara dua kaki," tegas Rachma dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 18/8).


Menurut Rachma, warga negara yang memiliki dwikewarganegaran sangat berbahaya karena rentan dapat berbuat apa saja demi kepentingan saja, baik untuk kelompok kanan atau kiri. Seperti modus operandi agen intelijen yang bekerja untuk tujuan dan kepentingan negara lain.

"Seperti kasus Archandra bahwa di balik dwikenegaraan yang disandangnya, ternyata melekat kepeningan proxy untuk mendapatkan ijin perpanjangan eksport kondesat PT. Freeport," ungkap Rachma.

Menurut Rachma, agen intelijen dengan dua kewarganegaraan ini sangat terbuka. Dan modus operandi yang diperankannya, baik sebagai state-actor atau non-state-actor memakai pola tangan ketiga untuk siapa ia bekerja.

"Indonesia dengan penguasa sekarag yang berwatak 'peng-asong' sudah menjadi target proxy war, terutama penguasaan di bidang sumber daya energi, food dan moneter," demikian Rachma. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya