Berita

Suryadi Sasmita/Net

Bisnis

Apindo: Reklamasi Jakarta Juga Bermanfaat Bagi Nelayan

KAMIS, 18 AGUSTUS 2016 | 03:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Multiplier effect dari reklamasi Teluk Jakarta, secara ekonomi sangat besar. Di saat pelaksanaan, proyek reklamasi pantai utara Jakarta ini bisa menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita, kepada wartawan di Jakara, Rabu (17/8). "Lebih dari 20.000 tenaga kerja akan diserap dalam pengerjaan proyek reklamasi di pantai utara Jakarta," katanya.

Menurut Suryadi, ada 167 perusahaan yang ikut dalam pengembangan reklamasi Teluk Jakarta. "Mereka tentu membutuhkan tenaga kerja untuk melaksanakan proyek ini," ujarnya.


Puluhan triliun dana yang berputar selama pengembangan proyek reklamasi ini, tambah Suryadi, hanya sebagian dari manfaat ganda yang menjadi dampak positif reklamasi. "Bayangkan, kalau nanti sudah terwujud, wilayah pulau-pulau buatan ini akan menjadi pusat ekonomi baru yang memutar dana milaran rupiah setiap harinya," kata Suryadi.

Suryadi menjelaskan, di pulau-pulau hasil reklamasi ini nantinya akan ada tempat kegiatan bisnis, rekreasi, dan pemukiman. Kegiatan ekonomi di wilayah baru ini, lanjut Suryadi, tidak hanya dari penduduk dan warga yang bekerja di sana, tapi juga dari wisatawan yang datang.

"Melihat master plan dari proyek ini yang akan menjadikan Jakarta sebagai Waterfront City, saya yakin setiap hari akan berkunjung ribuan wisatawan domestik maupun manca negara ke tempat itu nantinya," jelasnya.

Suryadi menerangkan, dengan menerapkan konsep Waterfront City, nantinya akan menjadikan pantai utara Jakarta sebagai wilayah berkelas dunia. Tak kalah bersaing dengan kawasan waterfront Marina Bay Sands di Singapura. "Tak perlu jauh ke luar negeri, nantinya kita juga punya tempat yang seperti Marina Bay, di sini," ucapnya.

Suryadi juga yakin, wilayah baru hasil reklamasi ini juga akan memberi manfaat bagi nelayan. Dirinya menilai, konsep Waterfront City yang berorientasi pada pariwisata akan menumbuhkan bisnis di sektor kuliner. "Wisata tepi pantai biasanya menghadirkan sajian makanan laut atau seafood. Dari sini kita bisa mendesain rencana untuk melibatkan nelayan dalam kegiatan bisnis kuliner," tuturnya.

Menurut Suryadi, nelayan tidak hanya terlibat sebagai pemasok ikan-ikan segar bagi pebisnis kuliner, tapi para nelayan juga bisa menjadi pelaku bisnis kuliner di sana. "Dengan perencanaan yang matang dan melalui training yang intensif, Pemprov DKI bisa memfasilitasi dan mempersiapkan para nelayan untuk merasakan secara maksimal manfaat pengembangan wilayah baru ini," jelasnya.

Sebelumnya, mantan Menteri Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim, mengatakan, letak pulau Jawa cukup strategis karena dilintasi Laut Hindia dan Pasifik. Emil yakin, melalui reklamasi pantai utara Jakarta, pulau Jawa akan menjadi Singapura selanjutnya. Guru Besar Ekonomi ini memprediksi, Singapura tidak bisa lagi menjadi pusat perdagangan di ASEAN dalam beberapa tahun ke depan karena negara tersebut sudah terlalu padat. "Traffic ramai, Singapura penuh padat, kemana prospeknya ya ke Jawa," ujarnya.

Emil menjelaskan, pulau Jawa bisa jadi sentral, bukan hanya pusat perdagangan, tetapi juga maritim, industri, perikanan, dan kapal. "Apalagi dua-pertiga wilayah Indonesia adalah laut, membuat reklamasi sangat berguna untuk sektor pelabuhan dan perkapalan," jelasnya.

Emil menambahkan, dengan berkembangnya pulau Jawa secara pesat, otomatis wilayah pedalaman juga akan sejahtera. Dengan demikian, Emil yakin, para petani yang sampai saat ini selalu miskin, bisa berkembang lebih baik berkat efek domino dari reklamasi. "Jadi pertumbuhan di pedalaman Jawa, bisa mengatur pangan, petani tidak tergusur. Sekaligus menggeser perdagangan Laut Hindia, Laut Pasifik ke Jawa," ucapnya. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya