Berita

Politik

Fahmi Habsee: PDIP Pilih Ahok Tragedi Bagi Kader dan Akar Rumput

RABU, 17 AGUSTUS 2016 | 19:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sikap PDI Perjuangan yang belum menentukan calon gubernur DKI dalam pilkada DKI mendatang menimbulkan banyak spekulasi dan perhitungan politik bagi partai-partai lain. Di kalangan internal pun menguat nama Ahok- Djarot yang akan dideklarasikan dalam waktu dekat.

"Gak ada itu. Percayalah, PDIP pilih cagub yang bisa membuat kader dan akar rumput jadi militan dan mau bangun pagi-pagi ke TPS. Dan bukan militansi 'teman-temanan'. Pemilih mayoritas etnis Jawa dan Sunda, rasionalnya cagub harus orang Jawa atau Sunda kalau PDIP ingin menang," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti, Fahmi Habsee, di Jakarta (Kamis, 17/8).

Ia mengatakan mendapat info dari elit salah satu petinggi partai pendukung Ahok,  jika PDIP berani mengusung kader partai sendiri maka akan salah satu partai yang mendukung Ahok ini akan berbalik membelot mendukung cagub PDIP dan meninggalkan Ahok.


"Otomatis Ahok tidak bisa maju cagub, karena tidak cukup kursi," ujar politisi PDIP yang pernah beradu puisi dengan Fadli Zon dalam masa pilpres 2014.

Ketika ditanyakan bagaimana bila PDIP memilih Ahok sebagai cagub untuk dipasangkan Djarot, fungsionaris Badiklat DPP PDIP ini mengatakan itu sebuah "tragedi" ketika PDIP sedang membangun loyalitas, pendidikan politik dan sekolah kader yang disiapkan menelurkan pemimpin-pemimpin daerah,  kemudian malah mengusung cagub 'sekelas' Ahok.

Menurut Fahmi, belum masuk akal jika  partai militan dan ideologis PDIP kemudian menempatkan "kehormatan dan posisi tawar politik tinggi" hanya mengusung kader jadi cawagub, dan malah mengusung cagub seperti Ahok, yang diketahui rekam jejak terbiasa melakukan "avonturisme" politik dengan berpindah-pindah partai. PDIP juga belajar banyak dari pengalaman pahit Gerindra tahun 2012.

"Kalo memang sudah kepepet dan ketika menengok dibelakang PDIP hanya tembok, ya apa boleh buat Ahok dijadikan cawagub. Bisa Djarot-Ahok, Risma-Ahok, atau siapapun kader PDIP dengan cawagub Ahok," demikian Fahmi. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya