Berita

Politik

Pilkada Serentak 2017 Masih Diwarnai Nepotisme

RABU, 17 AGUSTUS 2016 | 18:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pilkada serentak memang baru akan digelar di bulan Februari 2017. Namun menjelang pendaftaran calon pasangan resmi ke KPUD setempat, rekomendasi politik dari partai-partai pengusung sangat mempengaruhi konstelasi politik lokal.

Pengamat komunikasi politik dari Pascasarjana Universitas Bina Nusantara  Jakarta, Dr Muhammad Aras mengakui pilkada tidak terlepas dari berbagai kepentingan elite lokal dalam mencalonkan diri atau dicalonkan  oleh partai politik.

Akibatnya, penguasa partai politik di daerah kerap membuka terjadinya transaksi politik bahkan memungkinkan terjadinya nepotisme dalam pencalonan kepala daerah.


Harus diakui, masyarakat kita dewasa ini sangat sensitif dengan  isu-isu nepotisme apalagi korupsi dan kolusi. Sehingga sangat wajar jika ada calon yang terindikasikan KKN maka pemilih akan jengah dan positioning partai untuk investasi politik di Pemilu 2019 nanti akan jeblok," kata Aras dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 17/8).

Pilkada serentak 2017 sendiri, katanya, masih diwarnai dengan aroma nepotisme  di beberapa daerah. Misalnya, kerabat terpidana kasus korupsi mantan Gubernur Banten Ratu Atut masih berlaga di pilkada gubernur Banten. Di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung misalnya Ketua  DPC PDIP Tulang Bawang Winarti ngotot disorongkan sendiri oleh Wakil Ketua DPC PDIP Tulang Bawang Kadek yang notabene suaminya sendiri. [ysa]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya