Berita

Politik

Ada Pesan Nasionalisme Di Dalam Film 3 Srikandi

RABU, 17 AGUSTUS 2016 | 07:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Puluhan kader PDI Perjuangan menonton bareng film '3 Srikandi' di bioskop XXI, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa malam (16/8).

Hadir dalam tersebut Ketua DPP PDIP Andreas Pareira, sutradara Iman Brotoseno dan aktor utama Reza Rahardian (pemeran Donald Pandiangan, pelatih tim panahan putri Indonesia pada Olimpiade Seoul).

Menurut Andreas, film yang bercerita tentang perjuangan tiga pemanah wanita Indonesia dalam meraih medali pertama di Olimpiade Seoul 1988 ini sangat memberi inspirasi.  


"Serta perjuangan, militansi dan komitmen dan kerja keras untuk mencapai mimpi," kata Andreas.

Andreas mengatakan tahu betul prestasi tiga pemanah wanita Indonesia pada 1988 meraih medali perak karena kala itu dia sedang duduk di bangku SMA.

"Kami ramai-ramai menonton dari televisi," kata anggota Komisi I DPR ini.

Andreas mengakui Nurfitriyana Saiman (Bunga Citra Lestari), Kusuma Wardhani (Tara Basro) dan Lilies Handayani (Chelsea Islan) memang memberi spirit bagi anak-anak remaja zaman itu.

"Dengan komitmen tinggi, kerja keras, gotong royong, kita bisa berikan suatu kontribusi bagi negeri ini," kata Andreas.

Sementara itu, Iman mengatakan, maksud pengangkatan tema olahraga panah dalam film ini yakni ingin memberi pengetahuan kepada publik bahwa medali pertama yang berhasil diraih Indonesia sejak 36 tahun ikut Olimpiade adalah dari cabang panahan.

"Bukan bulutangkis. Jadi ingin meluruskan sejarah juga," kata Iman.

Iman mengatakan 70 persen dari cerita film perdananya tersebut adalah kisah nyata. Sementara 30 persennya adalah fiksi yang dibuat demi memenuhi selera pasar saat ini.

"Kalau tidak komersial kan jatuhnya dokumenter," kata Iman.

Sebagai pengagum Soekarno, Iman mengatakan tertantang untuk terus membuat film bertemakan nasionalisme.

"Saya akan tetap di genre ini," ujarnya. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya