Berita

Ahmad Basarah/Net

Politik

PDI Perjuangan Tak Pernah Sinis Pada Pencapresan Jokowi Oleh Golkar

RABU, 17 AGUSTUS 2016 | 06:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Berita yang menyebutkan bahwa PDI Perjuangan sinis terhadap Golkar karena dukungan kepada Jokowi untuk menjadi Capres 2019 sangat tidak berdasar.

Demikian disampaikan Wasekjen Bidang Pemerintahan DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah. Menurut Basarah, PDI Perjuangan adalah parpol yang senantiasa menghormati juridiksi politik setiap parpol utk memutuskan kebijakan dan langkah politik masing-masing, termasuk keputusan Partai Golkar untuk mencalonkan Joko Widodo sebagai Capres pada pilpres 2019 yang akan datang.

"PDI Perjuangan justru mengucapkan terima kasih atas dukungan Golkar terhada Joko Widodo karena hal itu bisa menjadi indikator bahwa parpol sebesar Golkar saat ini telah mengakui  keberhasilan proses kaderisasi di internal PDI Perjuangan karena Joko Widodo adalah kader dan tokoh politik yang dibesarkan dari rahim politik PDIP," kata Basarah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (16/8).


Hanya saja, sambung Basarah, bagi PDI Perjuangan urusan pencalonan Pilpres 2019 masih terlalu pagi untuk membahas dan mendiskusikannya. Apalagi memutuskan Capres ataupun Cawapresnya karena saat ini adalah masa pemerintahan Jokowi-JK yang masih harus bekerja membuktikan janji-janji politiknya kepada rakyat.

"Presiden Jokowi saja baru memperbaharui personil kabinetnya, hal itu menandakan bahwa Jokowi belum merasa puas dengan kinerja kabinetnya selama hampir dua tahun ini. Oleh karena itu mari kita berikan dulu kesempatan Joko Widodo untuk bekerja, bekerja dan bekerja," tegas Basarah.

Sebagai sesama parpol pengusung dan pendukung pemerintahan Jokowi-JK, Basarah yakin para politisi di Partai Golkar juga setuju jika saat ini sama-sama fokus mensukseskan program-program pemerintahan Jokowi-JK.

"Di samping itu, sebagai sesama partai nasionalis saya yakin bahwa antara PDI Perjuangan dan Golkar akan dapat bekerja sama dengan baik di masa mendatang, khususnya dalam rangka mengawal NKRI dan Pancasila," demikian Basarah. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya