Berita

Politik

Perdagangan Orang Tak Bisa Diberantas Hanya Oleh Polri

SENIN, 15 AGUSTUS 2016 | 22:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengungkapkan kasus tindak pidana perdagangan orang (human trafficking) di Indonesia terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Polri dinilai lamban.

Anggota Komisi III DPR RI Herman Heri mengatakan dalam memberantas kejahatan perdagangan orang, Polri perlu melibatkan banyak stakeholder.

"Saya dalam fungsi pengawasan sebagai DPR akan melihat langkah-langkah tersebut efektif atau tidak, dan akan membantu tugas-tugas Polri sesuai fungsi Komisi lll," kata Herman kepada wartawan, Senin (15/8).

Menurut dia, memberantas kejahatan perdagangan orang harus melibatkan‎ banyak stakeholder seperti BNP2TKI, Ditjen Imigrasi, Kejaksaan Agung, Pengadilan dan Pemerintah Daerah. Bahkan, katanya, aparat lain di tingkat bawah seperti camat dan kepala desa juga perlu dilibatkan.

"Kalau bertumpu hanya pada Polri, maka sama dengan mendulang angin," ujar Herman Heri.

Oleh karenanya, politikus PDI Perjuangan itu meminta Polri untuk menggandeng seluruh stakeholder terkait dalam mengungkap tuntas kasus perdagangan orang. Terutama untuk wilayah rawan perdagangan orang seperti di Nusa Tenggara Timur.

"NTT nomor 1 (kasus TPPO), makanya saya sangat paham soal TPPO," jelas anggota DPR daerah pemilihan NTT ini.

Ia mengatakan Komisi III DPR sebagai mitra kerja Polri akan melakukan pengawasan terhadap langkah-langkah yang sudah diambil yakni memprioritaskan penanganan TPPO di Indonesia khususnya NTT dan saat ini telah dibentuk Satgas khusus TPPO untuk kordinasi dengan stakeholder lainnya.

"‎Polri belum maksimal, n‎amun saya apresiasi kepada Kapolri dikeluarkan instruksi Kapolri terkait TPPO, yang mana hal tersebut menjadi program prioritas Kapolri‎," tandasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya