Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Skandal Arcandra Tahar Bikin Jokowi Terancam Pemakzulan

SENIN, 15 AGUSTUS 2016 | 07:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Skandal Menteri ESDM Arcandra Tahar yang baru bertugas lebih dari satu minggu setelah dilantik menjadi Menteri ESDM berbuah pahit bagi Prsesiden Jokowi.

"Jokowi terancam menghadapi ancaman pemakzulan andai DPR RI aktif sebagai lembaga pengawasan negara atas pelanggaran serius terhadap sumpah jabatan presiden dan pelanggaran serius terhadap UU 39 tentang Kementrian Negara," kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean, dalam keterangan beberaoa saat lalu (Senin,15/8).

Munculnya skandal ini ke ruang publik, sambung Ferdinand, menunjukkan bahwa Istana telah kebobolan atas sebuah operasi khusus. Archandra Tahar tidak mungkin jadi menteri bila tidak ada orang atau kelompok orang yang boleh disebut sebagai sindikat yang mengusung nama Tahar dan mengenalkan kepada Presiden.


Apalagi, lanjut Ferdinand, Tahar bukan orang terkenal di Indonesia. Bahkan di Amerika juga bukan orang terkenal kecuali bagi komunitas orang Indonesia di Houston Texas.

"Pak Tahar tidaklah sehebat seperti yang digambarkan oleh  beberapa pihak bahkan Pak Hendro Priyono dalam kultwitnya menuliskan Tahar ini sangat luar biasa, manusia langka yang harus dilindungi," ungkapnya.

Di negara ini, tegasnya, banyak yang lebih hebat dan berintegritas serta berjiwa nasionalis.

"Kami memaknai tweetnya pak Hendro adalah gaya satir seorang intel senior yang point sesunguhnya adalah Hendro menegaskan bahwa Arcandra Tahar memang pemegang pasport Amerika. Dengan begitu, masihkan Tahar dan pemerintah akan tidak jujur?" demikian Ferdinand. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya