Berita

CNN

Dunia

Bebas dari ISIS, Warga Mulai Cukur Jenggot

MINGGU, 14 AGUSTUS 2016 | 21:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Warga Manbij, di utara Suriah, sudah bisa bernafas lega. Mereka mengucapkan syukur ke hadirat Allah SWT setelah pasukan Pasukan Demokratik Suriah yang beraliansi dengan kelompok pemberontak Kurdi merebut kota kecil itu dari tangan ISIS.

Hari Sabtu kemarin (13/8) mereka turun ke jalan-jalan utama di kota itu. Kaum lelaki mencukur jenggot tebal yang terpaksa mereka pelihara atas perintah penguasa ISIS. Wanita membakar niqab atau cadar. Tanpa ragu mereka menghisap cerutu di tempat terbuka, sesuatu yang juga dilarang ISIS.

Manbij dikuasai ISIS dua tahun lalu, dan upaya pembebasannya dari ISIS dilakukan sejak Mei 2016.


CNN mengutip footage dari Kurdistan24 yang memperlihatkan warga Manbij bersorak kegirangan atas pembebasan kota mereka.

Seorang pria memperlihatkan lokasi yang biasa digunakan ISIS untuk mengeksekusi mati warga.

"Di sini mereka mengeksekusi warga dan menggantung kepala mereka selama tiga hari. Mereka akan mengeksekusi siapapun karena alasan apapun," ujarnya.

Seorang wanita memperlihatkan simbol kemenangan dengan kedua jari tangannya.

"Alhamdulillah, kami gembira, saudaraku. Alhamdulillah, kami bebas dari ISIS. Allah akan membalas perbuatan mereka," ujarnya lega.

Merebut kembali kota Manbij merupakan kemenangan strategis karena dengan demikian, jalur suplai logistik ISIS antara Raqqa dan Turki terpotong.

Menurut Deputi Sekretaris Pers Kementerian Pertahanan AS, Gordon Trowbridge, Manbij digunakan ISIS sebagai titik penghubung operasi di Suriah dan juga tempat melatih anggota-anggota ISIS dari berbagai negara.

Pimpinan operasi untuk menghadapi ISIS, Brett McGurk, lewat akun Twitter membenarkan bahwa pusat kota Manbij telah bebas. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya