Berita

Dunia

Imam Masjid Al Furqan Ditembak Mati, Warga Salahkan Donald Trump

MINGGU, 14 AGUSTUS 2016 | 14:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Imam Maulama Akonjee dan temannya, Thara Uddin, baru saja meninggalkan Masjid Jami Al Furqan di Ozone Park, Queens, Amerika Serikat, Sabtu siang waktu setempat. Tanpa mereka sadari seseorang menghampiri mereka dari belakang.

Dalam hitungan detik, pria tak dikenal itu menembak Akonjee (55) dan Uddin (65) bergantian pada bagian belakang kepala mereka. Akonjee tewas di tempat, sementara Uddin menghembuskan nafas terakhir empat jam kemudian di rumah sakit.

Demikian dijelaskan Deputi Inspektur Henry Sautner dari kepolisian New York.


"Kami semua menangis," ujar Mashuk Uddin, adik dari Thara Uddin.

Jemaah masjid segera berkumpul di lokasi kejadian tak lama setelah pembunuhan itu. Mereka mengecam kandidat presiden AS Donald Trump, yang menurut mereka mengobarkan semangat anti Islam dalam banyak pidatonya.

"Ini bukan Amerika. Kami menyalahkan Donald Trump atas kejadian ini. Trump dan drama-daramnay menciptakan islamophobia," ujar seorang warga, Khairul Islam, seperti dikutip dari NY Daily News.

Sumber lain Kepolisian New York mengatakan, masih terlalu pagi menyimpulkan penyebab kejadian. Informasi lain mengatakan, bisa saja pembunuhan ini terkait dengan upaya perampokan karena salah seorang dari korban membawa beberapa ratus dolar AS. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya