Berita

Puspayoga/Net

Politik

‎Menteri Pupspayoga: Pemerataan Dulu, Baru Pertumbuhan dan Stabilitas

KAMIS, 11 AGUSTUS 2016 | 02:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. ‎Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menyatakan bahwa dengan pemerataan ekonomi melalui koperasi dan UMKM, maka tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia akan berkurang.


 Setelah terjadi pemerataan ekonomi, maka kemudian akan ada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas (ekonomi dan politik).

"Di zaman Orde Baru kita mengenal Trilogi Pembangunan dengan dasar stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan. Namun, kini kita mulai terlebih dahulu dengan pemerataan, baru kemudian melahirkan pertumbuhan dan stabilitas", ungkap Menkop pada acara peringatan Hari Koperasi ke-69 se-Jawa Timur, di Kota Surabaya, Rabu (10/8).

"Di zaman Orde Baru kita mengenal Trilogi Pembangunan dengan dasar stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan. Namun, kini kita mulai terlebih dahulu dengan pemerataan, baru kemudian melahirkan pertumbuhan dan stabilitas", ungkap Menkop pada acara peringatan Hari Koperasi ke-69 se-Jawa Timur, di Kota Surabaya, Rabu (10/8).

Langkah pemerataan tersebut, lanjut Puspayoga, dimulai dengan melakukan deregulasi dalam hal kemudahaan berusaha di Indonesia, yang saat ini masih berada di peringkat 109 di dunia.

"Itu melibatkan seluruh elemen, termasuk Gubernur, Bupati, dan Walokota", imbuh Menkop seraya menyebutkan bahwa fokus pemerintah saat ini di bidang infrastruktur, pariwisata, energi, dan maritim, dimana koperasi dan UMKM bisa tumbuh dalam implementasi dari empat fokus tersebut.

Puspayoga menegaskan bahwa dengan berkoperasi maka bisa memberikan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. ‎"Bahkan, dengan pemerataan ekonomi tersebut mampu memperkokoh NKRI. Dan hal itu sudah jelas tergambar dalam UUD 1945 yang menyebutkan bahwa ekonomi disusun atas azas kekeluargaan, yang mana hal itu tergambar dalam koperasi", kata Menkop.

Untuk itu, lanjut Menkop, pihaknya sudah menggulirkan program reformasi total koperasi. Diantaranya, pertama, rehabilitasi koperasi melalui pembaharuan database koperasi di Indonesia.
"Dari 200 ribu lebih jumlah koperasi yang ada, ada sekitar 62 ribu koperasi yang tidak aktif dan sudah dikeluarkan dari database. Koperasi yang aktif juga akan terus kita dorong untuk melakukan Rapat anggota tahunan (RAT). Bahkan, sekarang RAT bisa dilakukan secara sistem online‎", kata Puspayoga lagi.

Kedua, reorientasi koperasi, dimana saat ini lebih mementingkan kualitas koperasi ketimbang jumlah koperasi. "Lebih baik jumlah koperasinya sedikit tapi berkualitas. Yang wajib banyak itu ya jumlah anggotanya. Makin banyak jumlah anggota, maka makin berkualitas koperasi tersebut. Koperasi harus hidup dan berkualitas agar bisa menghidupkan masyarakat", tukas Menkop.

Sedangkan yang ketiga adalah pengembangan koperasi, dimana akan memperkuat koperasi dari sisi kelembagaan. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya