Berita

Puan Maharani

Politik

Menko PMK: Kebangkitan Teknologi Nasional Tak Lepas Dari Peran BJ Habibie

RABU, 10 AGUSTUS 2016 | 14:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kebangkitan Teknologi Nasional tak lepas dari peran Presiden Republik Indonesia ke 3, B.J Habibie. Habibie lah yang memiliki semangat dengan inovasi-inovasi di bidang aeronautika.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, saat menyampaikan sambutan dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 21 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah (Rabu, 10/8). Dalam kesempatan ini, Puan pun mencanangkan Tahun 2016 sebagai tahun dimulainya Tahun Inovasi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Puan mengingatkan pesan Bung Karno agar  tak boleh atau jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah). Dikisahkannya ihwal Habibie yang menuntut ilmu aeronautika ke Jerman atas perintah Bung Karno. Dan karena itu, atas nama Keluarga Besar Bung Karno, Puan mengucapkan terima kasih kepada B.J Habibie.


Puan mengingatkan di masa depan, bangsa Indonesia semakin berat menghadapi tantangan dan rintangan global. Menurutnya, dengan penguasaan teknologi dan berani melakukan terobosan inovatif yang disertai etos kerja tinggi, bangsa ini akan mampu mengatasi berbagai rintangan. Indonesia memang telah mencapai beberapa kegiatan riset dan pengembangan yang telah diproduksi oleh industri seperti alat kesehatan, benih unggul, sarana dan prasarana transportasi hingga alutsista.

"Saya sangat mengapresiasi atas keberhasilan tersebut. Namun saya minta, semua yang telah dicapai terus ditingkatkan dan dikembangkan," kata Puan, sambil mengatakan bahwa Indonesia akan menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dimana terdapat 12 sektor yang terbuka bagi sesama negara ASEAN.

Puan menjelaskan, pemerintah menyadari kebangkitan teknologi nasional dimulai dari kebangkitan mutu sumber daya manusianya. Tanpa SDM yang unggul dalam pendidikan dan karakter, sulit meraih kebangkitan teknologi secara berkelanjutan. Atas dasar itu pula pemerintah sedang merevitalisasi pendidikan vokasional, baik melalui SMK, politeknik, maupun program magang di industri.

Pemerintah juga tengah dan terus menggalang dunia industri untuk ikut serta di dalam meningkatkan kapasitas tenaga produktif Indonesia, melalui Program magang tenaga produktif di Industri. Selain itu, pemerintah pun berharap akan keterlibatan swasta untuk mendukung pengembangan riset dan sumber daya manusia demi meningkatkan daya saing. Karenanya, suasana yang kondusif perlu diciptakan untuk meningkatkan kontribusi swasta dengan melakukan penataan kebijakan sehingga terjadi simbiosis mutualistis.

Puan berharap, ke depan strategi pengembangan Iptek dan Inovasi Indonesia tidak lagi terhambat oleh regulasi yang tumpang tindih. Regulasi, sebutnya, harus mampu menciptakan iklim kondusif untuk mengakselerasi kemajuan Iptek dan Inovasi hingga terjadi hilirisasi produk yang bernilai tambah bagi kehidupan ekonomi masyarakat. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya