Berita

Eko Yuli Irawan/Net

Olahraga

Eko Yuli Cetak 'Hattrick'

Angkat Besi Setor Perak Kedua
RABU, 10 AGUSTUS 2016 | 09:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Lifter putra, Eko Yuli Irawan menambah medali perak untuk Indonesia pada cabang ang­kat besi kelas 62 kilogram di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, Senin (8/8) waktu setempat.

Dalam pertandingan di Pavilion 2 kompleks olahraga Riocentro tersebut, Eko mencatat angka total 312 kg, hasil dari snatch 142 kg dan clean and jerk 170 kg. Total angkatan Eko lebih ringan dibandingkan pada Olimpiade 2012 lalu

Raihan medali ini menjadi­kan Eko sebagai satu-satunya atlet angkat besi yang meraih medali dalam tiga penampi­lan pada pesta akbar olahraga dunia empat tahunan ini. Di Olimpiade Beijing 2008, Eko meraih medali perunggu. Pada Olimpiade London 2012, dia menyelamatkan wajah kontin­gen Indonesia dengan merebut perunggu bersama Triyatno yang meraih perak saat bulu­tangkis gagal mempertahankan tradisi medali emas.Namun, Eko belum puas dengan hasil yang diraihnya tersebut. "Jika dilihat dari medali, hasilnya memang lebih bagus. Namun, angkatan­nya turun dibandingkan dengan Olimpiade London 2012 lalu," ungkapnya.


Turunnya nilai to­tal angkatan Eko di­akuinya sebagai salah satu strategi tim. Lifter yang telah meraih medali di 3 Olimpiade berbeda ini mengaku lebih mengamankan medali terlebih dahulu. "Kita maunya mengamankan medali dulu, baru belakangnya di-boom. Namun ternyata saya gagal angkat," terangnya.

Pertandingan kelas 62 kilogram putra tersebut di­warnai dengan tersisihnya lifter China pemegang rekor dunia clean and jerk Chen Lijun. Lifter China yang sempat difavoritkan tersebut mengalami cidera kaki kanan ketika mencoba angkatan snatch 143 kilogram. Lifter Indonesia lainnya, Muhammad Hasbi, juga tampil di kelas 62 kilogram ini, namun gagal men­capai tiga besar, dengan angka­tan total 290 kilogram. Medali emas kelas 62 kg diraih si "kuda hitam" lifter Kolombia, Oscar Albeiro Figueroa Mosquera, yang memiliki berat badan lebih ringan dari Eko dengan total angkatan total 318 kg (Snatch 142 kg dan Clean and Jerk 176 kg). Sedangkan perunggu di­ambil lifter Kazakhstan, Farhad Kharki, dengan total angkatan 305kg (Snatch 135 kg dan Clean and Jerk 170 kg).

Perak dari angkat besi atas nama Eko itu menjadi medali ke-29 dari total perolehan med­ali yang diperoleh Indonesia sepanjang keikutsertaan dalam Olimpiade dan menjadi sum­bangan medali ke 10 dari cabang olahraga Angkat Besi Indonesia sampai saat ini.

Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) akan berupaya mem­pertahankan eksistensi da­lam perolehan medali di Olimpiade. Ketua Umum PB PABBSI, Rosan P Roslani mengapresiasi prestasi Eko. "Sejak Olimpiade Beijing 2008 hingga Rio 2016 kita selalu mendapat medali, tradisi ini harus dipertah­ankan," katanya.

Rosan mengatakan, PABBSI akan terus menggencarkan kaderisasi lifter agar pada Olimpiade berikutnya traadisi medali ini bisa berlanjut dan mening­kat. Menurutnya, perlu ada lifter-lifter pelapis yang siap untuk persaingan di Olimpiade men­datang, katanya.

Soal bonus untuk peraih perak Olimpiade 2016, Rosan mengatakan bahwa selain yang sudah dijanjikan Kemenpora, PB PABBSI sendiri akan memberikan hadiah berupa rumah. "Kalau hadiahnya berupa rumah kan ada kenangannya nanti," katanya.

Tak hanya PABBSI, Eko juga akan mendapat apresiasi dari Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Paul Grigson. Rencananya, Eko dan tim untuk akan ditraktir makan steak dag­ing sapi bersama sepulangnya dari Brasil. ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya