Berita

Paul Pogba/Net

Olahraga

Pogba Pasang Target Tinggi

Resmi jadi Punggawa Setan Merah
RABU, 10 AGUSTUS 2016 | 08:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Paul Pogba mengusung ban­yak target ambisius bersama Manchester United. Sepertinya penggawa berpaspor Prancis ini mau malu dengan labelnya sebagai pemain dengan transfer termahal ini.

Pogba dibeli United dengan harga 90 juta Poundsterling untuk kontrak dengan durasi lima tahun dari Juventus dan memecahkan rekor transfer termahal dunia, lewat pengu­muman resmi yang dibuat klub kemarin.

Pemain berusia 23 tahun itu in­gin memenangkan trofi Premier League, Liga Champions, dan Ballon d’Or bersama dengan United, tim yang pernah ditinggalkan­nya pada tahun 2012. "Pertama, saya ingin memenangkan liga untuk kali pertama bersama United. Liga Champions, tentu saja, dan secara pribadi, salah satu impian pribadi saya adalah memenang­kan Ballon d'Or. saya tidak pernah melakukannya sebelumnya," kata Pogba.


Manajer Jose Mourinho menga­takan pemain tim nasional Prancis itu bisa menjadi 'jan­tung klub' untuk dekade berikutnya. "Dia cepat, tangguh, mencetak banyak gol, dan bisa membaca permainan dengan baik. Dalam usia 23 tahun, Pogba punya kesempatan besar untuk berkembang," ucap Mourinho.

Kabar lainnya, penjaga gawang Leicester City, Kasper Schmeichel buka suara men­genai kepindahan reka­nnya Kante ke Chelsea ba­ru-baru ini. Schmeichel menyebut bahwa timnya bukanlah one-man team, sehingga kepergian Kante bu­kanlah masalah yang besar bagi mereka.

Pada bursa transfer kali ini, The Foxes kehilangan salah satu aktor penting dari keber­hasilan mereka meraih gelar juara musim lalu Kante. Pemain Timnas Prancis tersebut memi­lih untuk bergabung dengan klub London, Chelsea dengan nilai transfer mencapai 32 juta Poundsterling bulan lalu. "Kami adalah tim yang sangat padu. Kami hanya bekerja keras untuk setiap pertandingan. Hanya itu yang bisa kami tuntut dari sesa­ma rekan kami dan hal itu akan membawa kami menuju kes­uksesan," ucap kiper 29 tahun tersebut kepada Soccerway.

Sementara itu, Gary Neville mengatakan, tidak buru-buru kembali ke dunia manajerial, dan memilih fokus pada bisnis. Neville dipecat sebagai manajer Valencia musim lalu usai hanya menangani tim di 16 laga. Melihat perannya sebagai asisten manajer Roy Hodgson di Inggris berakhir, usai tim tersingkir di babak 16 besar Euro 2016.

Neville pun kini kembali menekuni profesi yang sebe­lumnya membuat ia terkenal pasca pensiun, yakni sebagai komentator di TV. "Saya kira bahwa saya mungkin sudah memilih untuk mengurusi masalah bisnis, ketimbang melatih," tutur Neville pada Express. ***

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya