Berita

Tri Rismaharini/Net

Politik

Nasihat Politik Risma: Jangan Lupa Kalau Sudah Jadi

MINGGU, 07 AGUSTUS 2016 | 00:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Jangan pernah meremehkan anak kecil saat masa kampanye karena mereka bisa jadi juru kampanye yang efektif bagi orangtuanya. Lebih penting lagi kalau sudah menjabat jangan sampai lupa dengan masyarakat yang telah memilih.
 
Demikian sejumlah nasihat politik yang disampaikan kader PDIP yang juga Walikota Surabaya Tri Rismaharini kepada para kader saat pengarahan di rapat kerja daerah DPD PDIP Aceh di Banda Aceh, Sabtu (6/8).
 
"Saya pernah berkumpul dengan ribuan anak, ribuan anak itu minta salaman.  Anak jadi jurkamnya kita. Betul lo. Saya buktikan itu," ujar Risma kepada ratusan peserta rakerda.
 

 
Risma juga meminta agar spirit gotong royong dihidupkan kembali di setiap daerah. Dalam kesempatan itu, dia menceritakan bagaimana dia menggerakkan warga di sejumlah kampung di Surabaya.
 
"Intinya adalah gotong royong. Saat kita mau merdeka kita tak sebut siapa saya. Tujuannya  adalah merdeka. Sekarang ini kita dipecah belah. Saya paling benar. Iman saya paling kuat. Akhirnya kita tidak cepat sejahtera," tambahnya.
 
Risma meminta seluruh kader PDIP termasuk para calon kepala daerah untuk bersama-sama mengurangi kemiskinan dan peduli dengan warga yang kurang mampu. Apalagi menurut Konstitusi UUD 45, berhak mendapatkan perhatian dari  Negara.
 
"Jangan lupa kalau kita sudah jadi," tegasnya.
 
Risma menceritakan dirinya masih turun langsung dan bertatap muka dan berdialog dengan masyarakat. Diceritakannya berbagai program di Kota Surabaya yang sarat dengan kepedulian sosial.
 
Dengan berbagai tampilan yang sengaja dipertunjukkan melalui layar, dia memaparkan resep membangun Kota Surabaya termasuk dalam pengelolaan anggaran yang berpihak pada rakyat.
 
Di layar juga saat itu dipertunjukkan situasi terkini di berbagai sudut Kota Surabaya.
 
"Dari sini pun saya bisa tahu keadaan di Surabaya," ucap Risma yang langsung mendapat applaus dari peserta.
 
Risma mengaku dirinya senang bisa ikut membagi cerita dan pengalamannya memimpin Kota Surabaya. Dia berharap bisa memberi insipirasi bagi para calon kepada daerah untuk tidak terlalu fokus dengan uang dalam pilkada. Secara detail dia menceritakan kembali pengalaman sulit yang dihadapinya saat berkampanye di periode pertama dirinya menjadi calon walikota. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya