Berita

Ilustrasi/Net

Olahraga

Inilah Enam Syarat Kepengurusan PSSI 2016-2020

SABTU, 06 AGUSTUS 2016 | 21:15 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 15 Exco (Komite Eksekutif) kepengurusan PSSI 2016-2020 akan ditentukan pada Kongres Pemilihan yang digelar 17 Oktober 2016 dan kemungkinan besar di Makassar, Sulsel. Ke-15 Exco itu akan terdiri dari seorang ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 anggota.

Insan pecinta sepakbola Tanah Air tentu memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih tokoh-tokoh yang layak didudukan di kepengurusan PSSI mendatang itu. Demikian juga dengan mantan-mantan pemain sepakbola nasional.

Para pemain timnas tempo dulu seperti Rully Nere, Bambang Nurdiansyah, Didik Darmadi dan Berty Tutuarima, sama-sama mengakui dan menegaskan jika mereka juga mempunyai gambaran dan kriteria ideal tentang bakal calon (balon) atau kandidat Exco PSSI yang ideal.


Dari penuturan mereka, ada enam kriteria dan gambaran umum tentang pemilihan anggota Exco dan persepakbolaan Indonesia yang lebih baik kedepannya.

"Kami tidak ingin orang-orang lama kembali masuk di kepengurusan.Terutama mereka yang pernah merusak sepakbola Indonesia, " ujar Berty Tutuarima.

Hal senada dikatakan Rully Nere. "Pemilik Klub juga tidak boleh mencalonkan menjadi anggota EXCO kecuali dia mundur dari Klub.Ini agar mereka bersikap profesional," jelasnya.

Sementara menurut Bambang Nurdiansyah PSSI harus melibatkan pemerintah."Kami juga mendesak agar kepengurusan PSSI yang baru nanti dapat melibatkan pemerintah sebagai pembina dan mitra dalam membangun infrastruktur (sarana dan prasarana), serta juga melibatkan para pengusaha untuk berperan aktif, dalam pembinaan sepakbola," jelasnya.

Berikut enam kriteria yang diinginkan mereka:

1. Exco PSSI 2016-2020 agar diisi komposisi 60 persen pengusaha, 40 persen profesional sepakbola (mantan pemain Timnas PSSI Pengelola Sepak Bola,Birokrat);

2. Untuk CEO Pemilik Klub ISL, Divisi Utama sebaiknya tetap duduk sebagai pemilik klub, karena apabila para CEO pemilik klub duduk sebagai Exco atau pengurus PSSI harus meninggalkan klubnya yang sudah barang tentu akan mengurangi bobot pembinaan di klub itu sendiri dan juga dikuatirkan para CEO pemilik klub tersebut tidak netral nantinya sebagai pengurus PSSI

3. Kami tidak berharap para orang-orang yang terindikasi merusak Sepak Bola Indonesia untuk kembali duduk di kepengurusan PSSI periode tahun 2016-2020, tidak usah dimasukkan kembali sebagai pengurus PSSI

4. Kami berharap agar calon Exco PSSI periode 2016-2020 tidak melakukan perilaku yang tidak terpuji, khususnya transaksi jual beli suara dengan para voters (pemilik suara). Kami berharap kongres pemilihan 17 Oktober 2016 adalah arena penentuan pemilihan insan-insan terbaik sepakbola Indonesia yang menjunjung tinggi sportifititas, fair play, dan bermartabat;

5. Kami mengimbau agar kongres pemilihan nanti melibatkan KPK, Bareskrim Polri, dan representasi Kejaksaan Agung, untuk memantau jalannya kongres agar tidak terjadi kongres yang transaksional, reformasi total yang sudah saatnya dilakukan kepada PSSI

6. Kami juga mendesak agar kepengurusan PSSI yang baru nanti dapat melibatkan Pemerintah sebagai pembina dan mitra dalam membangun infrastruktur (sarana dan prasarana), serta juga melibatkan para pengusaha untuk berperan aktif, dalam upaya membangun dan memperjuangkan sepakbola yang berprestasi di ajang Piala AFF, AFC, SEA Games, Asian Games, ajang pertandingan Piala Dunia.

"Intinya, sepakbola yang bermartabat, sepakbola yang transparan, akuntabel, dan bertanggung-jawab. Itulah sepakbola Indonesia yang dicita-citakan." [sam]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya