Berita

Foto :Net

Politik

Membongkar Infrastruktur

JUMAT, 05 AGUSTUS 2016 | 10:59 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERNYATA di samping semangat membangun infrastruktur hadir pula semangat membongkar infrastruktur. Seperti misalnya pada bulan Agustus 2014, para pekerja bangunan berhasil menyelesaikan tugas mereka bukan membangun namun membongkar infrastruktur dalam bentuk bendungan Glines Canyon di jalur sungai Elwha, Barat Laut negara bagian Washington, Amerika Serikat.

Proyek pembongkaran infrastruktur yang sudah terlanjur terbangun itu dimulai sejak 2011 atas tuntutan U.S. National Park Service sebagai pengelola kawasan Olympic National Park.  Tujuan bukan pembangunan namun pembongkaran bendungan tersebut adalah sebagai normalisasi sistem alami sungai Elwha demi kepentingan para ikan dan aneka jenis satwa liar yang hidup di kawasan tersebut.

Ternyata setelah bendungan dibongkar memang terbukti bahwa para ikan salom beserta berbagai jenis ikan dan satwa air kembali hadir hidup di muara sungai Elwha setelah lama mereka absen.


Di dalam wawancara dengan National Geographic edisi Juni 2016, ilmuwan biologi-kelautan Anne Schaffer dari Universitas Victoria, Kanada yang telah melakukan penelitian di sungai Elwha sejak awal tahun 90an abad XX menyatakan bahwa normalisasi sungai Elwha juga secara ekologis berhasil membentuk kawasan refugee and feeding bagi para ikan dan organisme lainnya sebagai pendukung proses transisional dari penghuni habitat air tawar menjadi penghuni habitat air laut.

Terlepas dari berita yang bisa saja direkayasa oleh para konservasionis demi membenarkan gerakan melindungi lingkungan hidup itu, sebenarnya yang paling menarik adalah eksistensi fenomena membongkar infrastruktur berupa bendungan demi kepentingan satwa. Menarik akibat Tanah Air saya tercinta sebagai negara penganut falsafah Pancasila pada kenyataan sedang asyik melakukan pembangunan infra struktur tanpa segan mengorbankan kepentingan manusia seperti yang terjadi di Kampung Pulo, Kali Jodo, Pasar Ikan, Gunung Kapur, Sidoarjo, dan lain sebagainya.

Sementara Amerika Serikat sebagai negara penganut paham kapitalisme pada kenyataan sedang asyik melakukan pembongkaran infrastruktur dengan tanpa segan mengutamakan kepentingan satwa. Berdasar kontradiksi semangat pembangunan infra struktur Indonesia dibandingkan dengan semangat pembongkaran infra struktur Amerika Serikat itu dapat disimpulkan bahwa kaidah nilai harkat-martabat manusia di Indonesia memang beda dari kaidah nilai harkat-martabat satwa di Amerika Serikat. Memang lain padang lain belalang maka wajar bahwa di Amerika Serikat mengutamakan kepentingan satwa dianggap kewajiban pemerintah, sementara di Indonesia mengutamakan kepentingan rakyat dianggap melawan pemerintah.

Masalah menjadi makin menarik ketika saya mendengar kabar bahwa meski Majelis Hakim telah memenangkan gugatan masyarakat Bukit Duri terhadap Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan penggusuran terhadap mereka, konon Pemprov DKI Jakarta tetap akan maju tak gentar menggusur masyarakat Bukit Duri demi secepatnya tuntas menunaikan tugas pembangunan infrastruktur yang dianggap primadona gelora pembangunan masa kini.

Insya Allah, kabar itu sekadar kabar angin di antara sekian banyak berita bohong yang memang sedang merajalela membanjiri persada Nusantara tercinta ini.[***]
 

*Penulis adalah pemrihatin nasib rakyat tergusur atas nama pembangunan infrastruktur

 

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya