Berita

Basuki Tjahja Purnama/Net

Politik

PILKADA JAKARTA

Harus Ada Koalisi Pembaharuan Untuk Melawan Ahok Dan Koalisi Neo Orba

KAMIS, 04 AGUSTUS 2016 | 10:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk melawan kekuatan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2017 mendatang dibutuhkan satu koalisi besar.

"Agar head to head, kekuatan partai-partai harus bersatu. Sebab memang elektabilitas Ahok cukup tinggi," kata pengamat politik yang juga guru besar hukum tata negara dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 4/8).

Asep menilai, bila ada tiga pasangan yang maju, maka itu artinya sama saja kekuatan non-Ahok menjadi terpecah. Itu juga artinya memberi peluang kepada Ahok untuk meraih kursi kemenangan lagi.


Asep juga menilai, sosok Ahok bisa dimanifestasikan sebagai kekuatan Orde Baru. Selain karena Ahok mantan politikus Golkar, kini dia juga didukung kekuatan parta-partai yang merupakan wujud baru dari Orde Baru, yaitu Golkar, Hanura dan Nasdem.

Bila mau menang, menurut Asep, partai-partai non-Orba harus bersatu. Bila perlu dan bila mungkin, PDI Perjuangan dan Gerindra bisa bersatu menjadi motor pemersatu koalisi baru atau koalisi pembaharuan.

"Bila ada koalisi pembaharuan maka ini akan menjadi seimbang. Kalau PDI dan Gerindra bersatu, partai seperti PKB, PAN, PPP, PKS saya yakin akan merapat dan bisa melawan Ahok secara head to head," urai dia.

Asep mengingatkan, selain figur, ada juga hal penting yang sangat substansial dalam Pilkada DKI Jakarta ini. Yaitu tawaran program yang bisa menjadi solusi atas setiap persoalan di Jakarta. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya