Berita

Ruslan Idris Dan Pengurus Askot PSSI Jakarta Barat/Dok

Olahraga

JBP Gelorakan Pembinaan Sepakbola Di Jakarta Barat

KAMIS, 04 AGUSTUS 2016 | 07:55 WIB | LAPORAN:

Geliat sepak bola usia muda di Jakarta Barat terus menarik perhatian. Hal tersebut tidak lepas dari keseriusan para pengurus Askot PSSI Jakarta Barat dan Persija Barat yang kini berada dalam manajemen PT Jakarta Bola Prima (JBP).

Direktur PT JBP sekaligus Ketua Harian Askot PSSI Jakarta Barat, Ruslan Idris mengaku sempat kesulitan untuk memulai pembinaan dan pengembangan pesepakbola di usia muda.

Namun berkat ketekunan dan bantuan banyak pihak, hal tersebut bisa terus berjalan dengan baik dan sesuai harapan.


Kanit III Renata Ditreskrimum Polda Metro Jaya tersebut menambahkan, dalam menjalan tugasnya sangat terbantu dengan peran Direktur Utama/CEO PT JBP, Taufik Jursal Effendi dan Ketua Umum Askot PSSI Jakarta Barat, Ahmad Ruslan.

"Sangat senang bekerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki komitmen dan berpengalaman seperti ini," ujar mantan Kapolsek Cengkareng, kanit KBO Ditreskrimum KP3 Tanjung Priuk dan Wakapolsek Pelabuhan Kalibaru tersebut  di Stadion Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/8) petang.

Jakarta Barat kini menjaga pola pelatihan tertata, yaitu mulai dari usia 6-12 tahun, lanjutan 13-15 tahun, tingkat akademi 16-19 tahun, serta pembentukan tim elite 17-19 tahun. Dilanjutkan alumnus Sepamil 1997 tersebut, salah satu kunci sukses pembinaan sepak bola usia muda adalah membuat anak-anak cinta pada sepak bola sejak usia dini.

Dengan kecintaan pada sepak bola sejak usia dini, maka mereka akan menikmati setiap latihan dan pertandingan tanpa ada beban. Selain itu,  sosok kelahiran 7 November 1972, Desa Tonggorisa, Kecamatan Palibelo, Bima, Nusa Tenggara Barat, juga mengaku tidak segan-segan untuk memberikan pelatihan dan motivasi terhadap para pemain muda. Sebab dengan demikian, mendorong pengembangan sepak bola pada umumnya.

"Untuk menjadi seorang pemain sepak bola yang baik, maka diperlukan latihan yang memadai sejak usia dini. Sebab, banyak faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi pemain sepak bola yang hebat," tutur mantan Kanit IV Wassidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya tersebut.

Menurut dia, diperlukan latihan terus-menerus berjam-jam untuk membuat seseorang menjadi pemain sepak bola yang hebat dan terampil. Selain itu, pula pelatih yang bagus, fasilitas yang memadai, dan juga dukungan lingkungan, termasuk keluarga.

"Peran keluarga ini sangat penting karena mereka bisa memberikan dorongan moril bagi sang anak untuk mengembangkan keahliannya bermain bola," papar bapak dua anak yang tercatat pernah menerima tanda jasa Satya Lencana Kesatrya Tamtama, Satya Lencana Dharma Nusa, dan Satya Lencana Kesetiaan.

Lebih jauh dikatakann, berlatih sepak bola sama saja seperti kegiatan lainnya. Jika dilakukan secara teratur terus-menerus, maka akan menjadi ahli. Karena itu, menurut dia, bakat sebagai pemain bola merupakan nilai tambah, tetapi itu tidak menjadi satu-satunya faktor yang membuat seseorang bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat.

"Jika tanpa latihan yang teratur maka ia pun tidak bisa mengembangkan talenta yang dimilikinya. Sebaliknya, jika seseorang dengan tekun terus berlatih maka ia akan menjadi pemain yang bagus," pungkas alumni SPMD Yogyakarta dan pernah bertugas sebagai Satgas OPS PAM AMM di Aceh.tersebut.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya