Berita

Mendes bersama petinggi PT PP/Net

Nusantara

Menteri Eko Ajak PT PP Bangun Desa Lewat CSR

RABU, 03 AGUSTUS 2016 | 16:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pembangunan desa membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Salah satunya, dari perusahaan lewat Corporate Social Responsibility (CSR).

Demikian disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo saat berkunjung ke kantor PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk di Jakarta, Rabu (3/8).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Eko mengajak PT PP untuk berpartisipasi membangun desa melalui program CSR.


"Kita harap, dukungan CSR dari PT PP dapat bersama-sama dimanfaatkan untuk pembangunan desa," ungkap Eko.

Menteri Eko mendorong alokasi program tanggungjawab sosial perusahaan atau CSR, diutamakan untuk desa dengan kategori tertinggal. Program bisa dalam bentuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur desa seperti jalan, jembatan ataupun irigasi.

"Dari diskusi kita, ini PP sudah bersedia membantu kita (pembangunan desa) melalui CSR-nya. Tinggal bagaimana kita bersama-sama merealisasikannya,” ujarnya.

Direktur Bisnis, Riset dan Teknologi PT PP (Persero) Tbk, Lukman Hidayat, menyambut baik. Pihaknya akan mengalokasikan program CSR untuk desa terutama desa tertinggal yang berada di sekitar wilayah garapan perusahaan.

"Kita akan alokasikan CSR murni untuk kepentingan desa. Bantuan akan kita sesuaikan dengan kebutuhan desa. Misalnya untuk daerah kering, akan kita buatkan pompa air, atau yang butuh irigasi kita berikan irigasi,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Lukman juga mengimbau kepada perangkat desa di wilayah proyek PT PP (Persero) Tbk, agar mengusulkan jenis pembangunan yang dibutuhkan desa. Menurutnya, usulan dapat diajukan langsung ke perwakilan perusahaan wilayah setempat.

"Masing-masing desa punya keinginan, ajukan saja langsung ke perwakilan PP di sana. Nanti mereka akan menyampaikan ke pusat. Proyek kita tersebar, di perbatasan pun ada, di Kalimantan juga ada, Papua," tandasnya. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya