Berita

Wayang Efektif Jadi Wahana Sosialisasikan Pancasila

RABU, 03 AGUSTUS 2016 | 07:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Wayang merupakan salah satu wahana yang tepat dan efektif untuk mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila agar membumi dan diimplementasikan dalam kehidupan.

Demikian disampaika Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, dalam sambutan acara pagelaran Wayang Kulit Nusantara dalam rangka syukuran ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila, yang diselenggarakan di Alun-alun Kabupaten Blitar, Selasa (2/8/2016).

Hadir juga dalam acara tersebut Mentero Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Ketua Fraksi PDIP di MPR Achmad Basarah, seniman Butet Kertaradjasa, dan sejumlah bupati dan walikota di Jawa Timur.


Menurut Yasonna H Laoly, wayang banyak mengandung tuntunan, dan tidak hanya menyuguhkan soal pertarungan, seperti antara Kurawa dan Pandawa. Tetapi juga mengajarkan bahwa suatu kebenaran haruslah diperjuangkan. Dalam konteks itulah, dia menilai sangat relevan ketika pagelaran wayang ini menjadi wahana dalam mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila.

Menurut Tjahjo, Pancasila sebagai ideologi menyatukan banyak suku dan golongan. Dan apa yang sudah digali Bung Karno tersebut harus dipegang teguh untuk menjadi pegangan semua rakyat.
"Dan melalui wayang, yang juga menjadi kesukaan Bung Karno sejak kecil, kita diajarkan bagaimana kita hidup dengan gotong royong, tenggang rasa, dan saling menghargai," kata Tjahjo Kumolo.

Tjahjo mengungkapkan, dengan ditampilkannya lakon Bimo Labuh oleh dalang kondang Ki Anom Suroto bisa menjadi pembelajaran bagaimana seseorang yang sejatinya adalah pemimpin untuk menjalankan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan,  Bung Karno yang sejak kecil menggemari dan menjadikan spirit dalam pewayangan sebagai spirit dalam perjuangannya memang tepat untuk terus dilestarikan dan dijadikan wahana untuk membangkitkan spirit nilai-nilai Pancasila. Terlebih, sekarang ini dengan telah ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila.

"Ini suatu yang luar biasa, kita patut bersyukur," katanya.

Sementara itu, Gus Ipul dalam sambutannya selaku penanggung jawab acara mengungkapkan, acara tersebut adalah sebagai bentuk rasa syukur karena perjuangan panjang agar pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila telah terkabulkan melalui Keputusan Presiden (Kepres) oleh Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan terimakasih kepada sejumlah pihak yang sejak awal memberikan dukungan seperti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Gubernur Jatim Soekarwo, dan pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

"Kita bersyukur karena punya Pancasila, negara lain berantem, geger, perang saudara. Kita tetap dengan persatuan yang harmoni," katanya. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya