Berita

Ilustrasi Mustika Rasa/Net

Politik

PDIP: Dalam Kuliner Nusantara Terkandung Muatan Ideologis Indonesia

SELASA, 02 AGUSTUS 2016 | 17:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. DPP PDI Perjuangan merintis kembali penerbitan buku Mustika Rasa. Dalam buku yang digagas oleh Bung Karno tersebut, terkandung tekad yang kuat bahwa lidah rakyat Indonesia pun tidak boleh dijajah oleh makanan impor. Karena itulah seluruh resep makanan Indonesia dikumpulkan menjadi bagian dari supremasi kebudayaan Indonesia.

‎Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Hasto dalam perjalanan darat dari Solo ke Biltar untuk merayakan penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahirnya Pancasila dan sekaligus ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar (Selasa, 2/8).‎

"Dari makanan saja, apabila dikombinasikan dengan keseluruhan aneka rasa bumbu-bumbuan, dan dikelola dengan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan, maka terkandung muatan ideologis yang sangat kuat bahwa Indonesia bisa menjadi sentralnya kuliner makanan bercita rasa tinggi," kata Hasto..

‎Dalam kesempatan ini, Hasto Kristiyanto bersama Butet Kartaredjasa tidak lupa menyempatkan diri untuk makan di restoran rakyat yang mampu menyajikan kelezatan masakan Indonesia yang diramu dalam keanekaragaman bumbu yang khas Indonesia.

‎"Makanan merupakan cermin kebudayaan suatu bangsa. Bahkan dari makanan itulah tingkatan kebudayaan suatu bangsa diukur," tegas Butet yang dikenal sebagai seniman serba bisa tersebut..

‎Selain menikmati makan siang di Warung Bu Paryanti Wonokarto, Kabaputen Wonogiri, dengan masakan spesial ayam goreng, tidak kalah lezatnya di Trenggalek ternyata juga penuh dengan makanan nikmat khas Jawa, yaitu Ayam Lodho Pa Yusuf.

‎Dalam perjalanan tersebut, Hasto banyak menceritakan bagaimana ketika pada masa sulit, ketika "bergerilya'menghadapi pemerintahan Orde Baru Megawati Soekarnoputri keliling ke seluruh Indonesia untuk melantik koordinator kecamatan dari tahun 1987 sampai dengan 1999. .

‎"Perjalanan penuh semangat juang tersebut banyak menyajikan catatan kuliner terhadap warung-warung makanan rakyat yang didatangi Ibu Megawati," demikian Hasto.‎ [ysa

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya