Berita

NASARUDDIN UMAR:NET

KEAJAIBAN SILATURRAHMI (20)

Belajar Dari Kucing Dan Anjing

SENIN, 01 AGUSTUS 2016 | 09:41 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

KUCING dan anjing merupakan dua binatang paling sering dekat dengan manusia. Dalam hadis shahih, sebagaimana dikutip di dalam kitab Riyadh al-Shalihin, dikisahkan ada seorang perem­puan tua yang menghabiskan sisa umurnya dengan beribadah. Ibadah-ibadah sunat apalagi iba­dah wajib dilaksanakan. Namun suatu ketika ia mengurung seekor kucing sampai mati lantaran jengkel kucing itu mencuri dan memakan lauknya. Rasulullah berkomentar perempuan itu pen­ghuni neraka.

Dalam kesempatan lain, ada seorang pemuda yang segala macam kejahatan telah dilakukan. Karena begitu menjengkelkan maka masyarakat mengusirnya agar tidak lagi tinggal di kampung itu. Akhirnya sang pemuda hidup sebatangkara di luar perkampungan. Suatu ketika ia menyaksikan seekor anjing kehausan berusaha mencapai dasar telaga untuk mendapatkan air. Anjing itu menjulurkan lidahnya ke telaga tetapi tidak sampai juga kepada sumber air itu. Akhirnya sipemuda tadi membuka sepatunya lalu menolong anjing itu dengan mengambilkan air dengan menggu­nakan sepatu itu, lalu ia menyaksikan anjing itu minum dengan lahapnya. Rasulullah berkomentar pemuda itu penghuni syurga.

Kedua hadis di atas sarat dengan makna. Perempuan ahli ibadah ternyata tidak bisa menikmati hasil ibadahnya lantaran mengurung seekor kucing sampai mati. Pelajaran buat kita semua bahwa jangan lantaran ibadah formal yang banyak membuat kita lengah sampai menyebabkan salah seorang makhluk Tuhan mati karena keputusan kita. Mungkin tidak mesti harus menghukum kucing itu sampai mati. Sedangkan pemuda tukang onar tadi terbetik keikhlasan sejati di dalam dirinya untuk menolong makhluk Tuhan yang sedang kehausan, sehingga ia berhak masuk ke dalam syurganya. Pelajaran bagi kita bahwa sebesar apapun dosa yang kita miliki jika Tuhan akan mengampuni maka tidak ada kesulitas bagin-Nya. Keikhlasan sejati dapat menggugah Tuhan untuk memberikan pengam­punan kepada pemuda itu sehingga layak baginya menikmati syurganya.


Pelajaran lain dari kasus ini ialah meskipun itu bina­tang, apa lagi manusia, jika kita memberikan pertolon­gan pasti Tuhan akan menghargainya. Sebaliknya me­nyiksa seekor binatang, apalagi manusia, maka Tuhan berhak untuk murka dan mengirim orang itu ke neraka. Sebesar apapun kejahatan yang dilakukan hamba-Nya jika Ia datang dengan sifat pengampun dan pemaaf (al-Gafur wa al-'afuw) maka keberuntungan yang akan diperoleh pada hamba yang bersangkutan. Sebaliknya, sebesar apapun amal perbuatan hamba-Nya jika Ia datang dengan sifat-Nya Yang Maha Adil dan Maha Pembalas (al-'Adl wa al-Muntaqim) maka keprihatinan akan dialami hamba yang bersangkutan.

Kita tidak boleh bangga dengan amal kebajikan yang besar, kita juga tidak boleh pesimistik dengan dosa yang besar, sebab tidak ada amal besar tanpa kasih sayang dan rahmat Tuhan. Dan Tidak ada dosa besar jika Tuhan datang dengan wajah kasih sayang dan rahmat-Nya.

Kita tidak layak menilai seseorang positif hanya lantaran amal formal seseorang itu besar. Kita juga tidak boleh menghina orang hanya lantaran dosanya besar. Tetapi kita percaya Tuhan akan memilihkan seseorang yang paling adil bagi-Nya. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya