Berita

ahmad basarah/net

Ahmad Basarah: Sistem PDIP Tak Bisa Dirusak Petualang Politik Seperti Ahok

SABTU, 30 JULI 2016 | 00:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok paling mutakhir yang mengatakan bahwa dia tidak akan mendaftar sebagai calon Gubernur DKI Jakarta  lewat PDI Perjuangan setelah pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Kamis malam (28/7) mengindikasikan bahwa loby-loby ahok dengan melibatkan Presiden Joko Widodo, sampai-sampai ngintilin satu mobil Megawati saat menghadiri rakernas Partai Golkar diduga telah menemui jalan buntu.

Demikian disampaikan Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah. Menurut Basarah, kondisi Ahok satu mobil dengan Megawati bersama Jokowi, Puan Maharani serta Hasto Kristyanto dalam satu mobil itu juga memberikan penilaian politis bahwa Megawati dan PDI Perjuangan adalah aktor penting dalam peta politik nasional dan pilkada DKI Jakarta.

"Rekonstruksi kenapa pertemuan Ahok dan Pak Jokowi dengan Bu Mega dilakukan di dalam mobil juga menunjukkan sinyalemen bahwa Bu Mega kurang berkenan menerima kehadiran dan percakapan tentang kepentingan Ahok dalam pilkada DKI secara serius di rumah beliau atau di kantor DPP," kata Basarah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (29/7).


Hal tersebut, jelas Basarah, juga menggambarkan kondisi mendesak bagi  Ahok saat ini. Apalagi dengan membawa-bawa Jokowi sehingga harus terpublikasi ke publik seolah-olah Jokowi adalah pendukung utama Ahok.

"Ahok betul-betul mengeksploitasi Presiden Jokowi demi kepentingan-kepentingan pribadinya," tegas Basarah.

Basarah menilai, sesuai respon Megawati saat itu yang mengatakan bahwa PDI Perjuangan punya mekanisme kepada Ahok setelah Ahok melaporkan telah memilih jalur parpol adalah bukti bahwa Megawati tidak ingin mendukung Ahok di luar sistem yang telah Megawati buat dan tetapkan sendiri secara baku di PDI Perjuangan.

"Hal itu memang sangat penting bagi PDI Perjuangan karena saat ini kami sedang membangun penguatan sistem kelembagaan sebagai parpol modern, namun tetap berjiwa kerakyatan. Tentu saja hal tersebut tidak dapat dirusak oleh faktor kepentingan pribadi seorang petualang politik seperti Basuki Tjahaja Purnama," demikian Basarah. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya