Berita

Politik

Jonan Juga Korban Pengembang

JUMAT, 29 JULI 2016 | 15:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ignasius Jonan ikut didepak dari Kabinet Kerja. Sama seperti Rizal Ramli, pencopotan Jonan terkait kepentingan reklamasi di pantai utara Jakarta.

"Jonan merupakan ujung tombak penghentian reklamasi. Jadi, Jonan juga sudah ditarget oleh para pengembang," kata Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi kepada redaksi sesaat lalu, Jumat (29/7).

Sebagai Menhub, sebut Adhie yang pernah menjadi Jurubicara Presiden era Pemerintahan Abdurrahman Wahid, Jonan berwenang mencabut izin kapal pengeruk pasir untuk reklamasi. Kalau izin kapal keruk dicabut maka otomatis pembangunan pulau tak bisa dilakukan. Sikap kritis terhadap proyek-proyek janggal sudah ditunjukkan Jonan diantaranya terkait proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.


Dia mengatakan pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok pada tanggal 26 Mei 2015 saat rapat dengan Direksi PT Jakarta Propetindo (Jak Pro) di Balaikota Jakarta, sesungguhnya merupakan signal sekaligus peringatan bagi orang-orang yang mengkritisi prilaku naga-naga pengembang property yang dijatah menggarap reklamasi pulau Jakarta. Ketika itu, Ahok menyebut bahwa Jokowi tidak akan menjadi presiden kalau tidak dibantu pengembang.

"Banyak orang menyepelekan pernyataan Ahok ini dan dikira hanya main-main. Tapi, hasil reshufle kabinet menjadi bukti ancaman Ahok memang benar," kata Adhie.

Adhie mengatakan model-model intervensi korporasi kepada negara lazim terjadi di banyak negara, termasuk di AS. Tetapi intervensi mereka ke negara selalu melalui etika dan dilakukan terselubung. Umumnya, misalnya di AS, intervensi dilakukan lewat senator atau gerakan-gerakan yang lebih etis.

"Di Indonesia, saat ini, intervensi dilakukan secara vulgar dan melampaui batas sehingga menciderai demokrasi. Lalu dimana kehormatan rakyat yang sudah memilih presiden, dimana pula nilai-nilai perjuangan para relawan yang telah mendukung Jokowi?" Kita harus menghentikan praktik politik seperti ini," seru Adhie.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya