Berita

Yanuar Prihatin/net

Politik

PKB Berharap Reshuffle Kabinet Muluskan Program Trisakti

KAMIS, 28 JULI 2016 | 06:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pergantian menteri Kabinet Kerja jilid II yang dilakukan oleh Presiden Jokowi diapresiasi.

Perombakan dan pergantian menteri ini diharapkan bisa menguatkan konsolidasi dalam menjalankan program Trisakti dan Nawacita.

"Sehingga ada perubahan signifikan dalam menjalankan kinerja pemerintahan," kata Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yanuar Prihatin kepada wartawan, Kamis (28/7).


Yanuar juga mengharapkan agar pergantian menteri tersebut mampu menjamin percepatan agenda kerja pemerintahan.

"Saya menginginkan agar resfhulle ini ada perubahan cepat terutama pada sektor yang berkaitan dengan ekonomi perdagangan, pelayanan birokrasi dan manajemen pembangunan," ujar Anggota Komisi II ini.

Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla mengumumkan susunan kabinet baru hasil reshuffle jilid II di teras Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7).

Ada empat menteri yang bergeser posisi. Mereka adalah Luhut Panjaitan sebagai Menko Kemaritiman (sebelumnya Menko Polhukam); Bambang Brodjonegoro sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (sebelumnya Menteri Keuangan); Sofyan Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN (sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan) dan Thomas Lembong sebagai Kepala BKPM (sebelumnya Menteri Perdagangan).

Jokowi juga memasukkan nama-nama baru untuk penyegaran. Mereka adalah, Wiranto (Partai Hanura) sebagai Menko Polhukam; Sri Mulyani (profesional) sebagai Menteri Keuangan; Eko Putro Sanjoyo (PKB) sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Budi Karya Sumadi (profesional) sebagai Menteri Perhubungan; Muhajir Effendi (profesional) sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; Enggartiasto Lukito (Partai Nasdem) sebagai Menteri Perdagangan; Airlangga Hartarto (Partai Golkar) sebagai Menteri Perindustrian; Archandra Tahar (profesional) sebagai Menteri ESDM; dan Asman Abnur (PAN) sebagai Menteri PAN-RB. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya