Berita

Politik

Mengapa Jokowi Kepret Rizal Ramli

RABU, 27 JULI 2016 | 13:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pasca reshuffle Jilid I, Kabinet Kerja menjadi dinamis. Hal ini disebabkan karena ada sosok pendobrak yang masuk ke dalam kabinet. Sosok tersebut adalah  Rizal Ramli.

Begitu dipercaya menjadi Menko Maritim menggantikan Indroyono Soesilo, Rizal Ramli langsung melakukan gebrakan. Rizal kemudian dikenal sebagai jurus rajawali ngepret.

Kepretan Rizal Ramli menghentak dan mengagetkan banyak orang. Kepretannya meruntuhkan status quo, dan dinilai mencabik-cabik jaringan sistem kekuasaan yang diduga korup. Rizal Ramli juga dianggap menggebrak feodalisme kuasa yang selama ini merasa nyaman dengan keadaaan yang menguntungkan segelintir orang.


Rizal misalnya mengepret proyek listrik 35.000 MW. Rizal juga mengepret proyek Masela dan Freeport, hingga Drektur Utama sekaligus pendiri perusahaan Freeport-McMoRan, James R. Moffett, harus mengundurkan diri dari jabatanya setelah juga harga komoditas perusahaan tambangnya jatuh.

Rizal juga mengeluarkan jurus kepret saat ada rencana pembelian puluhan pesawat Airbus (dan Boeing) PT. Garuda. Ia juga mengepret Pelindo II yang gagal memenuhi standar kecepatan pelayanan bongkar muat.

Rizal pun mengepret para pejabat di BUMN yang mentalnya masih ribet dan tidak pernah berfikir out of the box. Pertamina misalnya meminta proyek storage dan pipanisasi BBM, yang bisa merugikan banyak pihak dan tidak aman.

Rizal juga mengepret Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), yang minim menggunakan komponen lokal dalam proses ekspolorasi migas di Tanah Air. Padahal dalam peraturan perundangan telah ditegaskan bahwa setiap kegiatan eksplorasi ataupun pengeboran harus menggunakan komponen lokal dalam jumlah tertentu.

Dalam hal ini, Rizal dinilai mengganggu jaringan Jusuf Kalla. Dan karena itu, muncul dugaan kuat, bahwa JK adalah di antara pihak yang mendongkel Rizal dana reshuffle Jilid II.

Rizal juga mengeluarkan jurus kepret terkait dengan Reklamasi di pantai utara Jakarta. Rizal menegaskan bahwa bahwa pembangunan proyek ini dipersilakan bila memenuhi aturan negara. Namun, proyek ini  harus dihentikan lantaran melanggar dan tidak memenuhi aturan negara.

Dalam hal ini, Rizal berhadapan dengan Ahok dan para pengembang. Karena itu, Ahok dan pengembang juga diduga berada di balik reshuffle kabinet.

Namun tentu saja, reshuffle merupakan tetap hak prerogatif Presiden Joko Widodo. Karena itu, Jokowi adalah juga bisa menjadi pihak yang terganggu dengan manuver Rizal. Hal ini semakin mengkonfirmasi bahwa Jokowi pun, saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, menjadi sosok di balik proyek reklamasi ini dan terganggu dengan manuver Rizal.

Selain itu, diduga kuat ada jaringan internasional yang menghendaki agar Rizal Ramli dikeluarkan dari kabinet. Siapapun tahu, ideologi ekonomi Rizal Ramli yang berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, berlawanan dengan kepentingan global. Hal ini pun semakin diperkuat dengan hadirnya Sri Mulyani dalam kabinet. [ysa]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya