Berita

foto :net

Kesehatan

Vaksin Palsu Akibat Perdagangan Bebas Sektor Kesehatan

MINGGU, 24 JULI 2016 | 15:39 WIB | LAPORAN:

Perdagangan bebas dan globalisasi telah mendorong persaingan yang semakin ketat dalam dunia bisnis kesehatan, termasuk rumah sakit sebagai penghasil jasa kesehatan.

Tidak sedikit rumah sakit asing yang melakukan ekspansi ke Indonesia.

Faktor keterbatasan ekonomi golongan tertentu juga menyebabkan pelayanan kesehatan tersegmentasi dalam sarana pelayanan kesehatan yang lebih ekonomis.


Demikian disampaikan dr.Agung Sapta Edi dari Gerakan Moral Dokter Indonesia Bersatu.

Ia berujar, karena perdagangan bebas dan globalisasi inilah, timbul praktek-praktel ilegal kedokteran yang dilakukan oleh oknum-oknum. Mereka ini tidak memiliki kompetensi dan kapasitas menjalankan praktek kedokteran.

"Tidak hanya legalitas yang dilanggar namun yang lebih berbahaya adalah telah terjadi malpraktik yang sebenarnya," kata Agung dalam diskusi bertajuk Darurat Farmasi, di Pasar Festival, Jakarta, Minggu, (24/7).

Ia mengamati, kebiasaan-kebiasaan orang kaya di Indonesia, termasuk para pejabat dan tokoh  yang kerap berobat ke luar negeri adalah bukti buruknya kualitas pelayanan rumah sakit dalam negeri.

"Banyak orang kaya, berbondong-bondong ke luar negeri misalnya ke rumah sakit Singapura, China dan Malaysia. Patut dipertanyakan seberapa parahkah kualitas pelayanan rumah sakit di Indonesia," kritiknya.

Ia melanjutkan, kasus vaksin palsu menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat dan praktisi kesehatan. Para pelakunya layak diberi hukuman setimpal.

Kericuhan vaksin palsu dikhawatirkan Agung mengundang ketidakpercayaan publik sektor kesehatan dalam negeri.

"Bukan tidak mungkin RS asing bahkan negara asing akan memanfaatkan kondisi ini," ujarnya.[wid]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya