Berita

Adhie M Massardi/net

Politik

Bisa Jadi Malaysia Mainkan Kartu Abu Sayyaf

RABU, 13 JULI 2016 | 20:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengamat politik sekaligus jurubicara Presiden era Gus Dur, Adhie M Massardi, mencurigai Malaysia memainkan kartu Abu Sayyaf untuk mengganggu keamanan Indonesia.

"Ingat, dulu teritori Indonesia pernah dibuat kalang-kabut oleh dua teroris asal Malaysia, Dr Azahari dan Nordin M Top. Kini kita dibuat sibuk oleh ulah Abu Sayyaf," kata Adhie, Rabu (13/7).

Dikatakan, pemerintah Malaysia tidak boleh berdiam diri, sebab tiga orang Flores yang disandera dan ribuan bahkan jutaan orang Indonesia di Malaysia Timur sejatinya sejak dulu bekerja keras banting tulang demi kemajuan Malaysia. Mereka ikut membuat Kota Kinabalu dan kota-kota lain di Malaysia berkilau cahaya seperti sekarang.


3 WNI asal NTT, Lorens Koten selaku juragan kapal, Emanuel, dan Teodorus Kopong sebagai ABK diculik di perairan kawasan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Ketiganya berada di kapal pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Lim. Ketiga WNI diculik oleh lima orang bersenjata laras panjang yang berbahasa Sulu.

"Penculik menggunakan perahu panjang mengenakan baju warna hitam dan celana loreng. Diduga berbahasa Sulu, campur Melayu," kata Konsulat RI di Tawau-Malaysia Muhammad Fatah, Minggu (10/7).

"Kurang jelas mereka bertanya kru yang memiliki dokumen/paspor."

Penculikan yang teradi Sabtu pukul 24:00 Wita tersebut dilaporkan oleh pemilik kapal Tong Lim pada Minggu dini hari. Saat itu kapal pukat tunda yang sedang mencari ikan ditumpangi 7 pekerja,  terdiri dari 4 WNI dari NTT dan 3 warga Bajau Palauh, FIlipina.

"3 anak buah kapal yang memiliki paspor Indonesia dibawa penculik, sedangkan 4 yang lain, yaitu 1 warga NTT dan 3 ABK asal Palauh dibebaskan karena tidak punya paspor," imbuh Fatah.

Pemerintah sendiri mulai gregetan dengan ulah Abu Sayyaf yang sengaja memilih orang Indonesia sebagai sandera sementara ABK asal Malaysia dibiarkan bebas.

"Ada apa sebenarnya Abu Sayyaf dengan Indonesia?" kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kemarin. [sam]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya