Berita

Silvia Rosetti

Nusantara

Kemenag Sleman Siap Berikan Pelayanan Terbaik Untuk Jamaah Haji

JUMAT, 01 JULI 2016 | 14:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kementerian Agama (Kemenag) wajib memberikan pelayanan terbaik buat jamaah haji. Kewajiban itu meliputi pembinaan, pelayanan dan perlindungan. Sementara hak jamaah adalah memperoleh pembinaan, pelayanan dan perlindungan.
 
Demikian disampaikan Kasi Haji Kementerian Agama Kabupaten Sleman Hj. Silvia Rosetti kepada wartawan, Jumat (1/7).
 
"Pelayanan terbaik pemerintah merupakan amanat UU 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, Kementerian Agama khususnya Sleman terus memperbaiki diri untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji," katanya.
 

 
Tahun ini jamaah haji Sleman yang diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah berjumlah 993 orang, dari total 2.454 jamaah haji Provinsi DIY. Jamaah haji DIY sendiri terbagi dalam tujuh kloter yaitu dari kloter 23-29. Sedangkan, keberangatan di perkirakan pada tanggal 16-19 Agustus 2016, dengan lokasi pemondokan di Makkah berada di Jarwal, Syisyah, Mahbas Jin, dan Aziziah.
 
Menurut Silvia, Kemenag Sleman sangat memperhatikan hak jamaah terkait pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang meliputi manasik haji, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, perlindungan sebagai warga negara, penggunaan paspor haji dan kenyamanan transport dan pemondokan.
 
Dalam rangka memberikan pemahaman yang detail tentang haji, Kemenag Sleman sangat memperhatikan kegiatan bimbingan manasik haji.”
 
Pelaksanakan manasik sendiri katanya, bertahap dari pengajian pramanasik, manasik kabupaten, manasik kecamatan dan diakhiri dengan praktek manasik masal. Pelaksanaan kegiatan pramanasik dilaksanakan sebanyak 18 pertemuan mulai 20 Desember 2015 di Masjid Agung Sleman, dilanjutkan dengan manasik kabupaten dilaksanakan pada 16 dan 17 Juli 2016.
 
Sedangkan manasik tingkat kecamatan dilaksanakan sebanyak 8 pertemuan di laksanakan di KUA Kecamatan pada 12-22 Juli 2016, puncak dari rangkaian manasik haji berupa kegiatan praktek manasik haji masal pada 23 Juli 2016 yang dipusatkan di Lapangan Tridadi Sleman, kegiatan manasik yang telah rutin dilaksanakan merupakan hasil kerjasama dari Kemenag, Pemda Sleman, IPHI dan instansi terkait.
 
Informasi lain, kata Silvia, pendaftar jamaah haji dimudahkan mendaftar haji dengan menggunakan pelayanan one stop service. Kata dia, setor untuk biaya haji ke bank yang di tunjuk pemerintah sebesar Rp 25 juta kemudian di bawa ke Kemenag sudah langsung bisa mendapatkan kursi.
 
"Ini tentunya sangat memudahkan mendapat kepastian jamaah haji, karena sudah tidak perlu bingung lagi apakah mendapat kursi atau tidak," katanya
 
Kata Silvia, syarat adminstrasi perjalanan ibadah haji yang harus dimiliki jama’ah haji meliputi paspor dan visa. Selama ini proses pembuatan paspor dilaksanakan secara mandiri dan kolektif dengan pendampingan dari Kemenag Sleman, biaya pembuatan paspor yang dibuat pada tahun 2016 akan diganti dari dana BPIH yang rencananya diberikan pada saat di Embarkasi Donohudan, saat ini penyelesaian dokumen administrasi perjalanan haji telah sampai proses pebuatan visa, dan telah selesai mendapatkan visa sebanyak 80 persen.
 
Kemudian pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan sebanyak empat tahap, tahap pertama dilaksanakan saat sebelum pendaftaran, tahap kedua dilaksanakan pada saat awal tahun keberangkatan bagi jama’ah haji yang dinyatakan berhak berangkat pada saat tahun berjalan, tahap ketiga dilaksanakan pada saat setelah pelunasan bagi jamaah haji yang sudah melunasi berupa imunisasi miningitis dan pemeriksaan terakhir dilaksanakan di embarkasi Solo. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas.
 
"Kami sadar selalu ada kekurangan dalam memberikan pelayananan terhadap jamaah, dan kami akan terus memperbaiki diri," katanya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya