Turki yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat keamanan cukup tinggi sejak Juli tahun lalu kerap diserang aksi teror. Berbagai teror itu sejauh ini diketahui dilakukan oleh dua kelompok, ISIS dan Partai Pekerja Kurdi (PKK). Turki yang aman dan menawan kini pun berdarah-darah.
Dalam setahun terakhir ini sudah lebih dari 250 orang tewas dalam berbagai serangan yang dilakukan kedua kelompok itu.
Serangan terakhir terjadi 28 Juni 2016 di Bandara Internasional Ataturk di Istanbul. Sebanyak 41 orang tewas dalam serangan tiga bom bunuh diri. Bukti-bukti yang dikumpulkan mengarah kepada ISIS sebagai pelaku.
Tiga minggu sebelum itu, pada 7 Juni 2016, setidaknya tujuh polisi dan empat warga sipil tewas ketika sebuah bom mobil meledak di dekat Istanbul. Elang Kemerdekaan Kurdi (TAK) yang berafiliasi dengan PKK mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Di tanggal 17 Maret 2016 tiga warga Israel dan seorang warga Iran tewas serta lusinan lainnya terluka dalam aksi bom bunuh diri di pusat kebudayaa Istiqlal Avenue, Istanbul. Diduga kuat ISIS menjadi aktor aksi ini.
Hanya empat hari sebelumnya, 13 Maret 2016, setidaknya 34 orang tewas dan lusinan lainnya terlika dalam bom bunuh diri di Ankara. TAK mengklaim serangan ini.
Pada tanggal 17 Februari 2016, tidak kurang dari 29 orang tewas dalam aksi bom mobil di dekat Mabes Angkatan Bersenjata Turki di Ankara. TAK juga mengaku sebagai dalang.
Sebulan sebelumnya, 12 Januari 2016 sebanyak sebelas turis Jerman tewas dalam serangan di pusat wisata Sultanahmet, Istanbul. ISIS diduga kuat sebagai pelaku serangan.
Di tahun 2015 tercatat dua serangan teroris di negeri Ataturk.
Pertama pada tanggal 20 Juli. Sebanyak 34 pemuda aktivis tewas dan sekitar 100 lainnya terluka dalam pengeboman di Suruc, dekat perbatasan dengan Suriah. Diduga kuat teror ini dilakukan ISIS.
Lalu pada 10 Oktober sebuah bom meledak di tengah aksi damai yang digelar di Ankara. Sebanyak 101 orang tewas dan 500 lainnya mengalami luka-luka. ISIS dicurigai menjadi pelaku serangan.
[dem]