Sampai sejauh ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tiga bom bunuh diri di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, Rabu dinihari tadi (29/6).
Namun demikian beberapa kalangan dan masyarakat umumnya mulai memperkirakan keterlibatan ISIS di balik serangan yang untuk sementara menewaskan 29 orang serta melukai puluhan lainnya.
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Turki dan Israel menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan bilateral kedua negara yang memanas selama enam tahun terakhir. Belum diketahui apakah ada hubungan di antara dua kejadian ini.
Penandatanganan normalisasi hubungan itu dilakukan secara terpisah di Tel Aviv dan Ankara. Pihak Isreal diwakili pejabat Kementerian Luar Negeri Israel, Dore Gold, sementara pihak Turki diwakili pejabat Kementerian Luar Negeri Turki, Feridun Sinirlioglu.
Sehari sebelumnya, kepala pemerintahan kedua negara mengumumkan tentang normalisasi hubungan ini.
Hubungan kedua negara memburuk setelah tentara Israel menewaskan 10 10 warganegara Turki yang mendukung kemerdekaan Palestina dalam pelayaran Mavi Marmara menuju Gaza bulan Mei 2010.
Normalisasi hubungan dibicarakan pertama kali pada tahun 2015. Finalisasi draft normalisasi dilakukan di Roma, Italia.
Dalam kesepakatan normalisasi itu, Israel setuju membayar uang sebesar 20 juta dolar AS untuk korban dalam peristiwa Mavi Marmara itu.
Sementara Turki setuju untuk membatalkan semua tuduhan yang dialamatkan kepada tentara Turki yang melakukan pembunuhan.
Selain itu, Turki juga akan diperkenankan memasuki Palestina dengan kapal yang membawa 10 ribu ton bantuan kemanusiaan, melalui pelabuhan Ashdod milik Israel. Pengiriman bantuan kemanusiaan akan dilakukan pada 1 Juli mendatang.
[dem]