Berita

Dunia

ISTANBUL BERDARAH

Tiga Bom Bunuh Diri Di Bandara Ataturk Beberapa Jam Setelah Turki Dan Israel Menormalisasi Hubungan

RABU, 29 JUNI 2016 | 06:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sampai sejauh ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tiga bom bunuh diri di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, Rabu dinihari tadi (29/6).

Namun demikian beberapa kalangan dan masyarakat umumnya mulai memperkirakan keterlibatan ISIS di balik serangan yang untuk sementara menewaskan 29 orang serta melukai puluhan lainnya.

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Turki dan Israel menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan bilateral kedua negara yang memanas selama enam tahun terakhir. Belum diketahui apakah ada hubungan di antara dua kejadian ini.


Penandatanganan normalisasi hubungan itu dilakukan secara terpisah di Tel Aviv dan Ankara. Pihak Isreal diwakili pejabat Kementerian Luar Negeri Israel, Dore Gold, sementara pihak Turki diwakili pejabat Kementerian Luar Negeri Turki, Feridun Sinirlioglu.

Sehari sebelumnya, kepala pemerintahan kedua negara mengumumkan tentang normalisasi hubungan ini.

Hubungan kedua negara memburuk setelah tentara Israel menewaskan 10 10 warganegara Turki yang mendukung kemerdekaan Palestina dalam pelayaran Mavi Marmara menuju Gaza bulan Mei 2010.

Normalisasi hubungan dibicarakan pertama kali pada tahun 2015. Finalisasi draft normalisasi dilakukan di Roma, Italia.

Dalam kesepakatan normalisasi itu, Israel setuju membayar uang sebesar 20 juta dolar AS untuk korban dalam peristiwa Mavi Marmara itu.

Sementara Turki setuju untuk membatalkan semua tuduhan yang dialamatkan kepada tentara Turki yang melakukan pembunuhan.

Selain itu, Turki juga akan diperkenankan memasuki Palestina dengan kapal yang membawa 10 ribu ton bantuan kemanusiaan, melalui pelabuhan Ashdod milik Israel. Pengiriman bantuan kemanusiaan akan dilakukan pada 1 Juli mendatang. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya