Berita

dedi mulyadi/net

Olahraga

RUSUH JAK MANIA

Bupati Dedi: Istri Polisi Korban Penganiayaan Trauma

SELASA, 28 JUNI 2016 | 01:21 WIB | LAPORAN:

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mendatangi RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (27/6). Tujuannya, menjenguk anggota polisi yang mengalami luka-luka pasca penganiyaan yang dilakukan pendukung klub bola asal Jakarta, Jakmania, saat kerusuhan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (24/6) lalu.

Dedi mengaku prihatin setelah mendengar langsung cerita dari Brigadir Hanafi, salah satu polisi yang mengalami luka paling parah, yang masih dirawat di ICU RS Polri.

"Ini memang memprihatinkan. kita harus beri dukungan penuh pada petugas keamanan yang mengalami musibah," kata Dedi usai menjenguk.


Dia menceritakan, kondisi Hanafi sempat kritis lantaran mengalami luka di bagian wajah dengan pelipis kanan yang retak. Yang lebih memprihatinkan, istri Brigadir Hanafi yang akhirnya trauma akibat kejadian itu.

"Istrinya trauma soalnya mereka punya anak tiga, masih kecil-kecil. Yang paling besar baru naik kelas empat. Yang kedua masih TK. Dan yang paling kecil belum sekolah. Istrinya kelihatan sangat depresi atas musibah yang dialami suaminya dalam menjalankan tugas," beber Dedi

Atas peristiwa ini, Dedi berharap pihak TNI Polri dan sejumlah instansi terkait segera mengadakan koordinasi untuk mengatasi kerusuhan pendukung tim sepakbola di masa mendatang. Selain bisa memakan korban jiwa, Dedi mengatakan efek jangka panjangnya adalah mencederai persatuan sesama anak bangsa.

"Menurut saya, Kemenpora, Kemenkum HAM, Kemendagri, Polri, Panglima TNI sebaiknya duduk bersama membahas ini semua. Karena perkelahian-perkelahian bisa terjadi bukan hanya di lapangan sepak bola. Di jalan raya mereka bertemu bisa bunuh-bunuhan. Ini problem besar yang harus segera diselesaikan," demikian Dedi. [sam]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya