Berita

Tuntut Pencopotan Akom, AMPG Bikin Malu Golkar

JUMAT, 24 JUNI 2016 | 17:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL.  KNPI kubu Rifai Darus menanggapi santai tuntutan AMPG agar Ade Komaruddin dicopot dari jabatan Ketua DPR RI. Kubu Rifai menyatakan tidak ada kode etik yang dilanggar oleh Akom karena menghadiri acara dialog "Tax Amnesty; Untuk Siapa" dan buka bersama yang mereka gelar.

‪"Bang Akom itukan Ketua DPR RI, tidak ada larangan apapun bagi beliau untuk menghadiri undangan siapa saja, apalagi yang mengundang DPP KNPI yang sah hasil kongres Papua, dan sudah mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham," kata Sekretaris Jenderal DPP KNPI pimpinan Rifai Darus, Sirajuddin Abdul Wahab kepada wartawan, Jumat (24/6).

Menurut Siradj, hal yang wajar bila Akom menghadiri acara KNPI yang merupakan organisasi kepemudaannya dulu. Akom pernah menjabat wakil sekjen DPP KNPI.


"Itu menunjukan beliau memiliki tanggung jawab moral dalam mendorong dan mendukung pembangunan dunia kepemudaan di Indonesia. Jadi saya anggap desakan dari PP AMPG itu tidak memiliki korelasi sedikitpun terhadap Partai Golkar. Apalagi KNPI tidak sedikitpun hubungan organisatorisnya dengan Partai Golkar, jadi pelanggaran apa yang Ketua DPR RI lakukan?" paparnya.
‬
‪Sebaliknya, mantan Wakil Sekjen DPP Partai Golkar itu meminta PP AMPG Fahd El Fouz Arafiq tidak sembarangan dalam bersikap dan membuat malu Partai Golkar.

"Justru saya sarankan pada adik-adik yang ada di PP AMPG, apalagi saya lihat kepengurusan PP AMPG sekarang banyak anak-anak muda yang baru ber Golkar, jangan-jangan jalan ke kantor Golkar Slipi baru tahu, jadi banyak belajar dululah. Cukuplah konflik yang pernah mendera Partai Golkar selama 1,5 tahun menghancurkan citra Golkar," tukas Siradj yang pernah menjabat Ketua PP AMPG dan DPP Barisan Muda KOSGORO 1957 (BMK'57).[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya