Berita

Olahraga

Atlet PON Bisa Pesan Sendiri Alat Latihan

JUMAT, 24 JUNI 2016 | 10:55 WIB | LAPORAN:

Masalah peralatan olahraga yang selama ini menjadi kendala bagi kontingen PON DKI Jakarta akan segera teratasi.

Dari 16 paket pengadaan yang diproses lewat lelang 10 di antaranya telah selesai. Sisanya enam paket lagi dalam tahap penyelesaian.

Hal ini dikemukakan Ketua Kontingen PON DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo dan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Tedi Cahyono pada acara press gathering yang berlangsung di Jakarta, kemarin.


"Saya sadar bila peralatan terlambat datang maka sulit untuk adaptasi dengan peralatan baru untuk bertanding. Karena sebagai mantan atlet saya merasakan betul kondisi itu," kata Tedi Cahyono yang kini juga menjabat Sekum Pengprov Squash.

Namun ia mengakui kesulitan yang dihadapi selama ini banyak peralatan yang tidak sesuai dengan speck yang dibutuhkan atlet untuk bertanding maupun latihan.

Menyikapi kondisi tersebut, Djamhuron mengatakan bahwa pada rapat KONI DKI dengan Pengprov-pengprov pada Senin (20/6), setiap Pengprov yang membutuhkan peralatan baru akan dipertemukan dengan pemenang lelang. Dengan begitu, atlet atau pelatih bisa memesan sendiri peralatan latihan sesuai dengan kebutuhan.

"Kita juga sudah bertemu dengan para pemenang lelang. Dan mereka sepakat untuk bertemu dengan cabor-cabor yang membutuhkan peralatan sesuai dengan yang dibutuhkan. Termasuk juga merk peralatan yang akan digunakan," timpal Djamhuron.

Djamhuron menambahkan, secara keseluruhan kontingen PON DKI sudah siap tempur berlaga di Tanah Legenda Jawa Barat. Setiap cabor kini sudah memasuki fase latihan kompetisi, sehingga sudah banyak cabor yang melakukan try out atau training camp (TC) ke luar  negeri.

"Sementara ini ada sembilan cabang olahraga yang sedang menjalani TC di luar negeri. Dan ada beberapa cabang olahraga lainnya yang akan menyusul. Sedangkan untuk cabang-cabang olahraga yang mendapat kesempatan try out ke luar negeri, akan berangkat ke beberapa negara yang prestasi olahraga cabang tersebut dianggap terbaik untuk meningkatkan prestasi atlet kita," urai Djamhuron.

Menyangkut sepinya nuansa PON di DKI Jakarta tiga bulan menjalang PON Jawa Barat berlangsung, Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid sangat menyadari hal tersebut. Untuk itu, ia mengajak wartawan untuk bersama-sama menggairahkan kontingen PON DKI dengan berita-berita yang sifatnya mendukung kontingen PON DKI berlaga di Jawa Barat nanti.

"Memang perlu banyak informasi ke masyarakat tentang PON Jawa Barat. Untuk itu diperlukan kerja sama wartawan untuk menyampaikan informasi yang sebaik-baiknya kepada publik," kata Hidayat.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya