Berita

Juri Ardiantoro/net

Politik

PILKADA SERENTAK 2017

Silon "Memaksa" Pasangan Calon Siapkan Berkas Jauh-jauh Hari

JUMAT, 24 JUNI 2016 | 04:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) Juri Ardiantoro mengatakan pada prinsipnya sistem informasi pencalonan (Silon) dibangun untuk memudahkan proses tahapan pencalonan, baik bagi penyelenggara maupun untuk pasangan calon.

Jelas Juri, keberadaan aplikasi Silon KPU bagi pasangan calon untuk memudahkan mereka pada proses pencalonan Pilkada.

Selama ini, proses pencalonan seringkali terkendala karena ketidaksiapan para pasangan calon dalam mempersiapkan syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi, tidak jarang pula berkas pasangan calon memberikan syarat-syarat kelengkapan administrasi dekat dengan tenggat waktu yang ada, sehingga ini mempersulit KPU untuk memverifikasinya.


"Silon "memaksa" pasangan calon untuk menyiapkan data (berkas pencalonan) dari jauh-jauh hari," ungkap Juri di Jakarta, Kamis (24/6).

Selain itu, lanju Juri, penyebab Silon wajib untuk diisi karena selama ini KPU kurang mendokumentasikan proses-proses tahapan Pilkada.

"Selama ini, dokumen yang berkaitan dengan proses-proses tahapan pemilu kurang didokumentasikan dengan baik, diharapkan dengan sistem informasi ini (Silon) mempunyai manfaat sebagai bukti otentik selama proses tahapan pencalonan," terangnya.

Juri menambahkan bukti otentik ini digunakan sebagai sumber data pencalonan yang nantinya masyarakat umum dapat dengan mudah mengetahui seluruh proses pencalonan Pilkada di Indonesia.

"Dari prespektif akademis, Silon ini dapat dijadikan bahan kajian untuk meneliti penyebaran dukungan, jumlah bakal pasangan calon dan keterwakilan perempuan dalam peta politik dan demokrasi di Indonesia," tukasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya