Berita

Pesan Menpora Kepada Toni Syarifudin

SELASA, 21 JUNI 2016 | 04:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menghadiri buka puasa bersama Keluarga Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) di Jakarta, Senin (20/6). Hadir dalam buka bersama itu Chief de Mission (CdM) Olimpiade Brasil 2016 Raja Sapta Oktohari serta jajaran pengurus KOI dan Satlak Prima.

Menpora mengatakan lolosnya atlet BMX Toni Syarifudin ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016 menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk yang akan datang.

"Lolosnya Toni merupakan sejarah besar bagi ISSI, dan ini artinya ada semangat yang luar biasa bagi sebuah stakeholder  olahraga baik bagi KONI, KOI dan cabang olahraga yang lain," ungkapnya.


Lebih lanjut, Menpora menjelaskan, pihaknya tidak terlalu membebani atlet, termasuk kepada Toni Syarifudin, untuk mendapatkan medali, karena akan menjadi beban bagi atlet.

"Tapi kita tetap punya target, target itu hanya sebatas stimulant bagi atlet, bahwa atlet harus menyiapkan diri untuk even besar ini," ujarnya.

Menpora juga meminta agar selalu berlaku jujur pada diri sendiri, jangan menggunakan doping, karena itu akan mempengaruhi kewajaran prestasi olahraga  atlet itu sendiri.

"Kita punya kemampuan dari hasil latihan selama beberapa tahun ini, dan itu bisa menjadi motivasi kita untuk semangat di lapangan, dan yang penting berdoa," ucap Menteri asal Madura ini.

Berkaitan dengan doping, masih kata Menpora, CdM dan Satlak Prima sudah mempunyai inventarisasi bagi atlet yang sedang mengkonsumsi obat. "Mungkin saja itu obat batuk atau flu, dan itu akan dipastikan oleh lembaga anti doping," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari mengatakan, keberhasilan balap sepeda meloloskan atlet ke olimpiade merupakan hasil kerja keras yang selama ini dilakukan oleh atlet, pelatih maupun tim pendukung lainnya sehingga BMX Indonesia diperhitungkan. Menurut dia, lolosnya Tony Syarifudin ke Olimpiade ini harus dijadikan momen dan pembelajaran karena jika ingin lolos ke kejuaraan yang levelnya tinggi harus memiliki persiapan yang matang. Selain menyiapkan atlet, infrastruktur penunjang seperti sirkuit harus dipersiapkan dengan baik.

Untuk itu, kata Okto, Indonesia dalam hal ini PB ISSI harus secepatnya berbenah yang salah satunya melakukan kerja sama dengan pemerintah untuk membangun sirkuit dengan standar dunia. Keberadaan sirkuit yang mumpuni akan mendorong lahirnya pebalap potensial. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya