Berita

darmin nasution/net

Publika

Menko Darmin Nasution Gagal Fokus

RABU, 15 JUNI 2016 | 10:36 WIB

CARA rakyat memahami keadaan ekonomi itu sederhana, yakni ketersediaan lapangan kerja, harga-harga stabil dan terjangkau.

Berbagai pernyataan atau kebijakan pemerintah dalam bentuk apapun namun tanpa mampu menyelesaikan ketiga hal tersebut di atas, tentu bagi rakyat akan menilai sekedar klise.

Padahal akhir-akhir ini harga telah tidak stabil dan merangkak naik, bahkan kalaupun ada yang stabil pun pada level harga tinggi.


Kebijakan Presiden Joko Widodo memprioritaskan pembangunan infrastruktur tentu berdampak langsung pada semua bidang dan tidak dapat dinikmati langsung hasilnya oleh rakyat, namun dalam jangka menengah dan panjang tentu akan jelas hasilnya buat pertumbuhan ekonomi Republik ini, apalagi dibarengi dengan pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia), tentu manfaatnya akan lebih maksimal.

Keputusan Jokowi tersebut memang memunculkan pro dan kontra, namun yang perlu dilakukan tentu harus diikuti kebijakan ekonomi yang tetap bisa berjalan untuk situasi jangka pendek.

Paling tidak, tim ekonomi pemerintahan Jokowi harus memprioritaskan sektor kebutuhan pangan agar stabil, baik soal ketersediaan barang maupun stabilitas harga yang terjangkau di bawah bayang-bayang perlambatan ekonomi global saat ini.

Itulah sebenarnya yang tetap harus menjadi fokus perhatian tim ekonomi pemerintahan Jokowi di bawah koordinasi dan kendali Menko Perekonomian, Darmin Nasution.

Jika fokus perhatian tim ekonomi pemerintahan Jokowi gagal menjaga kendali harga pangan, maka sudah dapat dipastikan rakyat akan bergejolak dan melihat kelemahan serius pada pemerintahan Jokowi ini.

Ketidakmampuan tim ekonomi pemerintahan Jokowi di bawah Menko Darmin Nasution, yang tidak jelas dan tepat mengkalkulasi dan memprediksi gejolak harga pangan tentu menjadi kegagalan serius tim ekonomi pemerintahan Jokowi.

Gejolak harga pangan sekarang ini menunjukkan kinerja menko perekonomian tidak punya skala prioritas dalam mengantisipasi dan merumuskan perencanaan jangka pendek rakyat, sehingga makin terlihat jelas jika rencana dan rumusan menko perekonomian soal prediksi dan antisipasi sektor perekonomian yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat itu salah dan gagal.

Menko perekonomian tidak bisa lepas tangan soal kekeliruan kebijakan di sektor pangan ini. Cara pandang menko perekonomian yang sejak awal menekankan impor sebagai cara mengantisipasi kebutuhan stok pangan dan stabilisasi harga faktanya tidak efektif, karena kebijakan tersebut tidak dibarengi dengan penertiban kartel pangan jauh-jauh hari yang selama ini mendominasi dan mempermainkan stok dan harga pangan.

Selain itu, ego antarkementerian yang tidak mampu diantisipasi dan dikoordinasi menko perekonomian juga semakin memperburuk kondisi di atas. Pasalnya, egoisme itulah yang menambah semakin kacaunya tata kelola sektor pangan, selain soal lemahnya terobosan kebijakan. Ini menunjukkan leadership Darmin Nasution sebagai menko perekonomian layak dipertanyakan.[***]


Rifa’i Jamus

Peneliti Jateng Institut


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya